- The beauty of tranquility, and the peace of the universe, is now only a hope.
- Semar and Togog are talking about the messy condition of the universe and they feel they need the help of Wisnu as the God of Serenity and peace.
- The scene depicting the birth of Kresna. Little Kresna plays with his friends, and since childhood Kresna has shown his intelligence and expertise in leading his friends.
- Hermitage Scene. Kresna met Padmanaba and asked how to use the Cakra and Wijaya Kusuma weapons. In addition, Kresna sought leadership skills from Padmanaba.
- Mandura scene. Kresna together with his brother, Kakrasana and his younger brother Bratajaya are planning to devise a strategy to kill King Kangsadewa as a symbol of Greed for Power in Mandura.
- Sengkapura scene. The depiction of the greed of King Kangsa who is super powerful wants to gather strength with his army or warriors to kill Kresna and his brothers.
- Romance scene or Kresna’s love with Rukmini. Kresna’s love for his wives is not because of lust nor is it a physical thing but everything is aimed at eternal peace in the world.
- Adolescent Kresna turns into adult Kresna. After his youth ended to gain knowledge, Kresna grew up and wanted to spend his old age to serve the world as an Awatara Wisnu by becoming the leader of the Bharatayuda war.
- Kresna said goodbye to his aunt Kunthi to ask for the blessing of being Dhuta Pandawa asking for the return of Indraprastha from the Kurawa. As an illustration that Kresna is a person who is devoted to his parents.
- The Hastinapura scene. Karna asked Duryudana to believe in his determination to defend Hastina from the Pandhawa.
- Pandhawa as a virtuous knight regretted if Bharatayuda had to happen because whatever happened, Bharatayuda was a civil war between the Pandhawa and the Kurawa. Kresna strengthened Pandhawa’s heart to dare to defy his surrender with the Song of Bhagawadgita.
- Karna fought Arjuna in the Bharatayuda.
- Bima Fights Duryudana until Duryudana loses, as a symbol of the loss of wrath, the nature of worldly greed as well as wealth and throne. Duryudana’s defeat also became Pandhawa’s freedom from the shackles of the Kurawa’s wrath of Sri Kresna’s strategy.
Translate
- Keindahan Ketentraman, dan Kedamaian alam semesta, kini hanya menjadi harapan.
- Semar dan Togog sedang membicarakan kondisi alam semesta yang berantakan dan dirasa membutuhkan pertolongan Wisnu sebagai Dewa Ketenteraman dan kedamaian
- Adegan gambaran kelahiran Kresna. Kresna Kecil bermain dengan teman-temannya, dan sejak kecil Kresna sudah menampakkan kecerdasan dan kepiawaiannya dalam memimpin teman-temannya.
- Adegan Pertapaan. Kresna bertemu dengan Padmanaba dan bertanya bagaimana cara menggunakan senjata Cakra dan Wijaya Kusuma. Selain itu, Kresna mencari ilmu-ilmu kepemimpinan pada Padmanaba.
- Adegan Mandura. Kresna bersama-sama saudaranya, Kakrasana dan adiknya Bratajaya sedang merencanakan untuk menata strategi membunuh Raja Kangsadewa sebagai simbol Keserakahan akan Kuasa di Mandura.
- Adegan Sengkapura. Penggambaran Keserakahan Raja Kangsa yang adi Kuasa ingin menghimpun kekuatan bersama bala tentara / prajuritiya untuk membunuh Kresna dan saudara-saudaranya.
- Adegan Romansa/ cinta kasih Kresna dengan Rukmini. Kecintaan Kresna pada istri-istrinya bukan karena nafsu dan bukan juga perkara fisik akan tetapi semuanya bertujuan untuk kedamaian dunia yang abadi.
- Kresna Remaja beranjak menjadi Kresna Dawasa. Setelah masa Remajanya habis untuk menimba ilmu, Kresna beranjak dewasa dan hendak menghabiskan masa tuanya untuk mengabdi pada dunia sebagai Awatara Wisnu dengan menjadi pemimpin perang Bharatayuda.
- Kresna berpamitan kepada bibinya Kunthi untuk meminta restu menjadi Dhuta Pandawa meminta kembali negara Indraprastha dari pihak Kurawa. Sebagai gembaran bahwa Kresna adalah sosok yang berbakti pada orang tua.
- Adegan Hastinapura. Karna meminta pada Duryudana untuk meyakini keteguhan Hatinya mempertahankan Hastina dari Pandhawa.
- Pandhawa sebagai ksatria yang berbudi luhur menyayangkan jika Bharatayuda harus terjadi karena apapun yang terjadi, Bharatayuda adalah perang saudara antara Pandawa dan Kurawa. Kresna menguatkan hati Pandhawa untuk berani melawem kepasrahannya dengan Kidung Bhagawadgita
- Karna melawan Arjuna dalam Bharatayuda.
- Bima Melawan Duryudana hingga Duryudana Kalah, sebagai simbol hilangnya angkara murka, sifat Keserakahan duniawi seperti halnya harta serta tahta. Kekalahan Duryudana sekaligus menjadi kemerdekaan Pandhawa dari belenggu agkara murka Kurawa atas strategi Sri Kresna.
