Penuh Khidmat, Umat Hindu Blitar Gelar Upacara Melasti di Pantai Jolosutro

BLITAR – Umat Hindu di Kabupaten Blitar menggelar upacara Melasti di Pantai Jolosutro, Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Selasa (14/3/2023). Upacara itu digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Rabu (24/3/2023) mendatang.

Upacara Melasti kali ini berlangsung meriah, ribuan warga umat Hindu dari Blitar dan sekitarnya datang memadati pantai Jolosutro untuk melaksanakan ritual keagamaan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Blitar Rini Syarifah dan jajaran Forpimda Kabupaten Blitar.

Ketua Persada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten dan Kota Blitar, Lestari mengatakan upacara Melasti merupakan upacara pengambilan tirta suci di tengah samudera atau sumber mata air. Upacara itu dimaknai sebagai pembersihan alam semesta termasuk bumi pertiwi dan seisinya.

“Melasti kali ini merupakan kegiatan Untuk menyongsong Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945. Upacara Melasti merupakan ritual pensucian yang dilakukan Umat Hindu sebelum melaksanakan tapa brata Hari Raya Nyepi,” kata Lestari.

Menurutnya, dalam kepercayaan Hindu, sumber air suci seperti air danau atau laut dianggap sebagai asal tirta amerta atau air kehidupan yang dapat menyucikan segala kotoran di dalam diri manusia dan alam.

“Melalui upacara Melasti ini diharapkan umat Hindu dapat membuang segala macam kotoran jasmani dan rohani agar khidmat dalam pelaksanaan ritual Nyepi,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bupati Blitar Rini Syarifah mengatakan, kegiatan Melasti ini merupakan salah satu wujud keragaman yang dimiliki Kabupaten Blitar. Pihaknya sangat mendukung dan Pemkab akan mendukung setiap kegiatan umat.

“Hari ini umat Hindu se Blitar Raya tumplek berkumpul di Pantai Jolosutro untuk melaksanakan upacara yang khidmat dan meriah. Kami dari Pemkab akan selalu mendukung dan bersinergi dengan seluruh umat untuk mewujudkan keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama,” ungkapnya.

Bupati yang akrab disapa Mak Rini itu menambahkan bahwa, kegiatan Melasti memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Hindu, dimana melasti ini merupakan sebuah upaya penyucian diri dari segala sifat buruk serta penyucian benda sakral milik pura dan wujud penyucian desa untuk mewujudkan keseimbangan dan keharmonisan dalam menjalani kehidupan.

“Saya berharap, melalui upacara Melasti kali ini menjadi sarana untuk menata sikap dan perilaku dengan sesama, dengan alam dan dengan sang pencipta. Sehingga perayaan tahun baru Saka kali ini bisa membangkitkan kekuatan positif bagi kehidupan, memayu hayuning bawono, yakni meraih kehidupan yang toto titi tentrem, mewujudkan keharmonisan dan perdamaian,” tukasnya.