Art performance yang Amazing disuguhkan dalam event Pesona Bumi Penataran. Dengan latar belakang Candi Penataran, eksotika kolaborasi kesenian dua daerah ini begitu Amazing untuk dinikmati.
Pementasan kesenian Pesona Bumi Penataran kembali di gelar pada tanggal 6 Agustus 2018 . Temanya kali ini Bali Barong Barong Blitar. Kolaborasi kesenian barong dari Bali dan Blitar.

Pementasan dibuka oleh penampilan tim kesenian Bali. Iringan gamelan rancak Tabuh Swa Buana Paksa merupakan Lambang dari TNI AU yang di tulis dalam bahasa Sansekerta dan bahasa Jawa kuno yang berarti sayap tanah air / pelindung / pembela tanah air.
Tabuh ini diciptakan oleh empu karwitan sekaligus komponis Bali yang sangat terkenal yakni Alm. Bpk. I Wayan Brata pada tahun 1960-an. Berikutnya adalah tari Taman sari yang merupakan tari kreasi penyambutan yang di karang oleh I Ketut Rena pada th 2013. Tari ini di pentaskan untuk menyambut para penonton dan tamu dengan penuh rasa hormat atas kehadiranya pada malam itu.
Selanjutnya, kolaborasi yang menarik antara seniman Bali dan seniman Blitar yang menampilkan kesenian tabuh swara suling dan gambang suling.

Pementasan seni selanjutnya merupakan persembahan dari sanggar tari Ronggo Hadi Negoro. Yakni tari Ledhek Jimbe yang merupakan garapan baru dan termasuk dalam tari pergaulan yang terinspirasi dari kemasyuran sinden jimbe masa lampau. Jimbe adalah tempat dari cikal bakal sinden Blitar. Tari ini juara satu dalam festival tari pergaulan provinsi Jawa Timur. Ledhek Jimbe juga salah satu tari yang di bawakan di Amerika pada saat launching film Amazing Blitar.
Puncak pementasan kesenian pesona bumi penataran ini adalah kolaborasi dari jaranan trill, barong Bali, dan barong Blitar. Diawali dengan tarian jaranan trill yang menari dengan gagahnya kemudian masuklah barong Bali yang ikut serta dalam tarian tersebut di susul dengan masuknya para barong-barong Blitar.
Keduanya saling bertarung dalam membuat pertunjukan kolaborasi tersebut seaakan menjadi pertunjukan kelas Internasional. Pertunjukan kesenian pesona bumi penataran didukung juga oleh permainan lighting yang atraktif sehingga membuat Candi Penataran tampak semakin cantik dimalam hari.
Dinginnya suhu yang mencapai 18 derajat , tak membuat ribuan penonton yang memadati Candi Penataran beranjak pergi hingga akhir pementasan. Mereka benar – benar dibuat kagum dan terpesona dengan penampilan kolaborasi kesenian Bali dan Blitar.
Pementasan kesenian Pesona bumi penataran kali ini juga dihadiri oleh tamu – tamu penting. Diantaranya Jendral Tni laksamana Purna bpk. Agus Suhartono, Perwakilan Bank indonesia( BI ) jatim Bpk Divi Ahmad Joansyah, BI Kediri Bpk. Joko raharto, jajaran FORKOPIMDA Blitar raya, Sekda kab. Blitar Bpk. Drs. Totok Subihandono. M.si. perwakilan Bank Dunia, perwakilan KEMENKEU, perwakilan KEMEN PU/PR, perwakilan Kemendagri,perwakilan Kementrian Desa.
Tampak hadir juga Prof. Dr. Wardiman Joyo Hadinegoro mantan mentri pendidikan, pembina Pusat Olah Seni Bharata Muni Bali Bpk. I Nyoman Wenten Arjasa. Ph. D serta sutradara hollywood terkenal sekaligus putra daerah, Livi Zheng.
‘Blitar merupakan tempat yang sangat luar biasa dan sangat potensial. Saya awalnya kesulitan membuat perjalanan film tentang Blitar. Namun ternyata perjuangan saya tidak sia-sia. Terbukti banyaknya antusisme dari masyarakat di sana bahkan dari wilayah bagian lain yang ikut datang dalam pemutaran film itu. Banggalah jadi orang Blitar karena Blitar very Amazing ,” kata Livi dalam sambutannya.
Bapak Bupati Blitar Drs. H. Rijanto,MM memberikan atensi yang besar pada kegiatan pesona bumi penataran kali ini. Salah satunya dengan mendatangkan tim kesenian dari Bali yang berkolaborasi dengan tim kesenian dari Blitar. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya rangkaian kegiatan Hari jadi Blitar ke 694 tahun 2018.
“Penyelanggaraan rangkaian acara Hari jadi Blitar tahun ini berjalan dengan baik”. (*)
post by :https://www.timesindonesia.co.id/read/179427/20180807/152709/amazingnya-pesona-bumi-penataran-dalam-bali-barong-barong-blitar/
