BLITAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten kembali sukses menggelar pertunjukan sendratari Festival Krenayana X.
Dengan mengangkat lakon “Suryaning Jagad”, Festival Kresnayana dikemas dengan tema millenial dan lebih meriah. Pagelaran ini pun sukses menghipnotis ribuan penonton yang hadir di Amphitheater Penataran maupun yang menyaksikan melalui siaran langsung di channel YouTube Pemkab Blitar, Sabtu (10/6/2023) malam.
Bupati Blitar, Rini Syariah dalam sambutannya mengatakan, Pihaknya sangat mengapresiasi adanya event-event seni budaya, seperti halnya Festival Kresnayana yang merupakan event budaya kebanggaan di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Blitar. Festival Kresnayana ini masuk dalam 10 Top Event Provinsi Jawa Timur. Festival ini terselenggara berkat kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Blitar Dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Festival kresnayana ini merupakan wadah bagi para seniman untuk berkreasi dan menunjukkan bakat mereka. Kreativitas mereka dalam menghasilkan karya seni yang menginspirasi merupakan modal penting dalam memperkaya dunia seni dan budaya di Blitar,” ungkapnya.
Selain itu, festival ini juga menjadi ajang memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat. Ketika kita berkumpul untuk menikmati pertunjukan seni, kita juga berkesempatan untuk saling berinteraksi berbagi pengalaman dan mempererat ikatan sosial antara satu dan yang lainnya.
“Kepada para seniman saya ingin mengucapkan Terima kasih atas dedikasi dan usaha panjenengan dalam menghadirkan pertunjukan yang memukau ini. Melalui seni dan budaya panjenengan telah berhasil menginspirasi dan menghibur masyarakat. Memberikan makna dan keindahan dalam kehidupan kita sehari hari,” urainya.
Dalam gelaran Festival Kresnayana X kali ini mengisahkan tentang tokoh Supala, yang memiliki sifat angkuh dan sombong, dengan mimpi untuk menguasai dunia dan merebut Dewi Rukmini dari Sri Kresna. Supala dengan tekad yang kuat, merencanakan berbagai strategi bersama Sengkuni untuk mencapai ambisinya tersebut. Namun, karena banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh Supala, jumlah kesalahannya mencapai 100.
Akibat dari tindakannya yang salah, Kresna, seorang tokoh bijaksana dan kuat, tidak dapat memaafkannya. Supala menyadari bahwa kesalahannya tidak bisa diampuni dan harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Pada akhirnya, Supala menemui ajalnya ketika Kresna menggunakan senjata Cakra Sudarsana untuk menghentikannya, mengakhiri hidup Supala.
Festival Kresnayana merupakan pagelaran sendratari yang mengangkat ketokohan Sri Kresna dalam membawa pesan perdamaian dunia. Kisah Kresnayana ini ada pada relief Candi Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Untuk itu Festival Kresnayana selalu digelar di Amphitheater Penataran.
