Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Destinasi Pariwisata menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Destinasi Alam Tahun 2019. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa – Rabu, (9-10/4/2019) di Hotel Puri Perdana dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pengelola wisata Alam di Kabupaten Blitar dan sekitarnya.
Kegiatan Bimtek Pengelolaan Destinasi Wisata Alam merupakan salah satu program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dalam rangka mengajak masyarakat disekitar daya tarik wisata, dalam rangka memberikan kesempatan untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari pengembangan daya tarik wisata alam di Jawa Timur, khususnya daya tarik wisata yang ada di Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP) kelud dan sekitarnya.
Bimtek tersebut dimulai pukul 19.30 WIB dan dibuka oleh sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Destinasi Wisata Widarto, SS.MM. Dalam kegiatan tersebut yang bertindak sebagai pemateri diantaranya, Pinky Hidayati, M.Psi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Disparbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, SSTP., M.si dan juga kalangan akademisi dari Universitas Brawijaya Malang Dr. Luchman Hakim.
Dalam sambungnya, Widarto menginformasikan bahwa pergerakan Wisnus di Jawa Timur tahun 2018 sebanyak 70,21 juta, meningkat 7,5% dari tahun 2017 sejumlah 65,62 juta.
“Wisatawan mancanegara tahun 2018 sebanyak 830.968 kunjungan, meningkat 11,5% dari tahun 2017 sebanyak 690.509 kunjungan. perolehan PDRB dari pariwisata tahun 2018 sebesar 128,32 triliun rupiah atau memberikan kontribusi sebesar 5,72% dari total PDRB Jawa Timur sebesar 1.857,60t riliun rupiah. sedangkan tahun 2017 sebesar 117,43 trilyun atau memberikan kontribusi 5,82% dari total PDRB Jawa Timur sebesar 2.019,2 trilyun. sedangkan tenaga kerja yang terserap tahun 2017sebanyak 275.159orang meningkat 12,12% orang dari tahun 2016 sebanyak 237.404 orang,” paparnya.
Kondisi iklim kepariwisataan yang sudah bagus marilah kita tingkatkan terus. Menyadari pembangunan kepariwisataan tidak akan berjalan dan berhasil dengan baik tanpa adanya kerjasama sinergis antara pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, dan media agar memiliki kesatuan pandang dan dapat memahami paradigma pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.
Sementara itu, Suhendro menambahkan, pengembangan destinasi pariwisata di Kabupaten Blitar dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata di Kabupaten Blitar banyak potensi dikelola baik oleh kelompok masyarakat melalui Pokdarwis.
“Perkembangan jumlah destinasi wisata cukup signifikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Daya dukung utama perkembangan wisata tersebut antara lain adanya Pokdarwis, Desa Wisata, Kerjasama yang harmonis antar pelaku wisata dan badan promosi pariwisata,” imbuhnya.
