Cakra Palah, Motif Batik Khas Kabupaten Blitar

BLITAR – Cakra Palah merupakan motif batik khas Kabupaten Blitar yang terwujud melalui kajian dan dikuatkan dengan Focus Group Discussion atau uji publik yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dengan dengan ISI Surakarta, Dekranasda Kabupaten Blitar dan didukung oleh Disperindag. Diskopum, Asosiasi Batik Kabu paten Blitar dan pegiat batik Kabupaten Blitar pada tahun 2019.

Motif batik Cakra Palah telah memiliki Hak Cipta berdasarkan Surat Pencatatan Hak Cipta Kemenkumham RI dengan Nomor Pencatatan 000198028 tertanggal 27 Juli 2020. Keberadaan motif batik khas Kabu paten Blitar ini merupakan identitas yang berisikan motif batik lokal yang sudah ada di masing-masing wilayah dan entitas budaya serta sejarah di Kabupaten Blitar.

Filosofi dari motif Cakra Palah adalah Cakra berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti roda atau lingkaran. Sedang menurut Kamus bahasa Indonesia berarti roda, besi bundar, pipih dan tajam (sebagai senjata), merupakan senjata andalan Dewa Wisnu yang berupa panah dengan mata panah berbentuk bulat seperti roda bergerigi yang dalam cerita pewayangan mampu mengakhiri dari segala yang hidup. Dalam pemahaman sebagian masyarakat Timur (asia), Cakra dipahami sebagai pusat energi metafisik yanga ada pada tubuh manusia.

Secara lebih luas, Cakra Manggilingan (cakra yang berputar) menyimpan filosofi atau keyakinan tentang berputarnya roda ke hidupan baik mikro maupun makro. Dengan memahami esensi Cakra Manggilingan seseorang bisa mempersiapkan diri untuk tidak larut dalam kebahagiaan atau kesedihan yang dihadapi, artinya mampu beradaptasi secara bijaksana dalam mengikuti perkembangan zaman. Dengan menghayati Cakra Manggilingan seseorang harus mampu melalukan ‘Triwikrama’ yakni mempertemukan tiga kekuatan yang ada dalam dirinya-masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Makna ‘Cakra Palah’ adalah simbol kesadaran sejati manusia akan keberadaannya sebagai makhluk Tuhan yang tidak sempurna, sehingga dalam kehidupannya harus selalu berupaya untuk mencari kesempurnaan urip sejati.

Disparbudpora telah melakukan langkah-langkah promosi dengan berbagai pihak termasuk asosiasi batik dan penggiat industri kreatif kriya batik. Dengan mengembangkan industri batik bermotif Cakra Palah yang diisi dengan motif daerahnya masing-masing, hal ini bertujuan untuk mengenalkan lebih luas motif khas batik Cakra Palah kepada masyarakat. Pada saat ini telah dilaksanakan pelatihan kreatif kriya batik khas Cakra Palah dengan sasaran kegiatan di 12 Desa/Kelurahan se-Kecamatan Kanigoro pada bulan November 2020 sebagai pilot project dan akan disusul kegiatan sejenis di wilayah lain di Kabupaten Blitar.

Mari kita gaungkan semangat ‘Beli Kreatif Lokal’ untuk mening katkan kesejahteraan pegiat industri kreatif dan pelaku UMKM di Ka bupaten Blitar dan untuk ‘Maju bersama Sejahtera Bersama.