Dikemas Lebih Millenial, Festival Kresnayana Sukses Jadi Idola Tiap Kalangan

BLITAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten kembali sukses menggelar pertunjukan sendratari Festival Krenayana VI.

Dengan mengangkat judul “Romance of Kresna” atau “Tembang Katresnan Sang Narayan” yang dikemas dengan tema millenial, Festival Kresnayana kali ini berhasil menghipnotis para penonton yang hadir di Amphitheater Penataran maupun yang menyaksikan melalui siaran langsung di channel YouTube Pemkab Blitar, Sabtu (12/3/2022) malam.

Dalam gelaran Festival Kresnayana VI ini mengisahkan seorang Putri Kerajaan Lesanpura yang terkenal sangat cantik yaitu Dewi Setyobomo yang disayembarakan untuk dipinang raja dari berbagai negara. Perjodohan ini tidak dikehendaki oleh Setyaboma, karena hakikatnya yang memiliki pilihan siapa raja yang pantas untuk mendampinginya kelak dalam ikatan pernikahan.

Sedang pihak Kurawa mengatur strategi kekuatan untukĀ  mendukung Baratayudha dengan berusaha menikahkan Pandita Durna dengan Setyaboma. Namun strategi Kurawa terbaca oleh Kresna hingga akhirnya Kresna memutuskan mengikuti sayembara dan berusaha meminang Setyaboma untuk diperistri. Dengan demikian misi Kresna telah tercapai sebagai pengayom semua mahkluk di bumi untuk kedamaian abadi.

Sosok Kresna sebagai pembawa perdamaian dunia
Sosok Kresna sebagai pembawa perdamaian dunia (Foto: Dok. Disparbudpora Kabupaten Blitar)

Bupati Blitar Rini Syarifah dalam sambutannya mengatakan, Pihaknya sangat mengapresiasi adanya event-event seni budaya, seperti halnya Festival Kresnayana yang merupakan event budaya kebanggaan di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Blitar. Festival Kresnayana ini masuk dalam 10 Top Event Provinsi Jawa Timur. Festival ini terselenggara berkat kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Blitar Dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami sangat mengapresiasi upaya dan dukungan dari Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Bapak Sinarto, atas perhatian dan kepedulian terhadap seni budaya lokal Kabupaten Blitar. Semoga selain keindahan destinasi wisatanya, seni budaya Kabupaten Blitar bisa dikenal, dapat menarik dan mendatangkan wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara,” kata Bupati.

 

 

Harapan kedepan semoga Festival Kresnayana tetap dapat terselenggara secara rutin dan berkelanjutan. Semoga Tahun 2023 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur tetap menganggarkan Festival Kresnayana di Kabupaten Blitar, dapat bersinergi dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar.

Festival Kresnayana terinspirasi dari relief Sri Kresna di Candi Palah Penataran
Festival Kresnayana terinspirasi dari relief Sri Kresna di Candi Palah Penataran Blitar

“Saya berharap, pergelaran seni budaya sebagai daya tarik sekaligus mendukung promosi pariwisata, sehingga Pariwisata di Kabupaten Blitar bisa bangkit, UMKM tumbuh, sehingga perekonomian masyarakat lebih baik dan meningkat,” ungkap Mak Rini.

Dalam kesempatan tersebut Mak Rini juga melaunching “Udheng Cakra Palah” karya kreatif Seniman Blitar. Dimana Kabupaten Blitar mempunyai batik motif khas yang disebut Batik Cakra Palah. Selain untuk mempromosikan dan mengenalkan motif khas Blitar, juga sebagai identitas Udheng Blitaran.

“Udheng ini berbentuk perpaduan antara Mataraman dan Jawa Timuran, bila dicermati di sisi kanan udheng itu ada simbul Gunung Kelud, dibelakang adalah perlambang Candi Palah/ Penataran, sedang di atas udheng ada motif Cakra Palah, disamping kanan dan kiri udheng ada lipatan 7 (tujuh), ini sebagai simbol angka 7 (tujuh) dalam bahasa jawa disebut Pitu dikandung maksud adalah Pitulungan, dengan harapan masyarakat Blitar selalu mendapat berkah dan limpahan rahmat dari Allah SWT,” urainya.

Kehadiran Udheng Cakra Palah dengan harapan selain mempromosikan motif khas Batik Cakra Palah juga akan mengangkat dan mempromosikan Pariwisata dan Budaya Kabupaten Blitar. Udheng Cakra Palah ini didesain dengan konsep yang cocok dipakai kalangan Pini sepuh maupun kaum muda milenial. Artinya udheng ini pantas dipakai oleh berbagai kalangan.