Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar menyelenggarakan seleksi dan penjaringan atlet berbakat (Talent Scouting) dari kalangan anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.
Sebanyak 44 pelajar dari berbagai penyandang disabilitas unjuk kebolehan dalam ajang seleksi yang digelar Stadion Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Sabtu (21/11/2020).
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Disparbudpora Kabupaten Blitar Yudhi Eko Prasetyo mengatakan, meski tergolong anak berkebutuhan khusus, namun anak-anak pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB) ini terlihat semangat dan antusias mengikuti seleksi dan penjaringan atlet berbakat
“Kami sangat mengapresiasi semangat dari para difabel dalam mengikuti Talent Scouting atau ajang seleksi atlet berbakat. Saya yakin adik-adik difable ini juga memiliki bakat-bakat terpendam khususnya di bidang olahraga maupun bidang lainnya,” kata Yudhi.
Dia menambahkan, sebanyak 44 atlet difabel yang mengikuti Talent Scouting ini berasal dari 4 lembaga pendidikan luar biasa di Kabupaten Blitar. Selain itu, seleksi kali ini difokuskan pada seleksi fisik dimana dari hasil tes kemampuan masing-masing difable nantinya diarahkan pada beberapa cabang olahraga dan atletik.
“Jadi seleksi ini merupakan salah satu bentuk perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Blitar pada anak-anak difable. Jadi setiap orang yang dilahirkan itu pasti punya kekurangan dan kelebihan. Harapan kita tentunya dari talent scouting ini akan terlahir atlet-atlet muda berprestasi dari kalangan difabel. Sehingga kontingen Kabupaten Blitar bisa berprestasi lagi di berbagai ajang kejuaraan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Keolahragaan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur Fitri Rahmawati dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya ikut bangga bahwa perhatian Pemkab Blitar pada penyandang disabilitas cukup besar.
“Penyelenggaraan talent scouting ini sengaja kita pilih 5 Kota dan Kabupaten saja salah satunya Kabupaten Blitar. Kenapa demikian, karena kita memang memilih daerah yang sudah harmonis baik Disporanya, NPC nya, maupun pihak orang tuanya. Apalagi di Blitar juga punya kampung peduli disabilitas. Harapan kita atlet-atlet berkebutuhan khusus ini nantinya dapat dibina dan dapat berprestasi dalam berbagai ajang cabang olahraga,” tukasnya.
