Dalam rangka memajukan keragaman seni budaya tahun 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) 2019 di Lapangan Gor Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang pada Jumat (6/9/2019).
FKKS tahun ini diikuti oleh 8 kontingen Kabupaten yang berada di kawasan selatan Jawa Timur diantaranya meliputi Kabupaten Blitar, Jember, Tulungagung, Banyuwangi, Trenggalek, Lumajang, Pacitan dan Kabupaten Malang sendiri sebagai tuan rumah.
Menariknya lagi, FKKS tahun ini diikuti oleh peserta tamu undangan dari Kabupaten Kutai Barat dan juga perwakilan dari negara Sudan. Selain itu, engan mengusung tema “Dewi Cemara” (Desa Wisata Cerdas Maju dan Sejahtera) FKKS kali ini diharapkan bisa mengangkat dan mengoptimalkan berbagai seni budaya dan produk khas desa wisata yang dibawakan masing-masing daerah.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi jawaban untuk mengatasi permasalahan perekonomian di Jawa Timur terutama di kawasan selatan. Melihat keragaman budaya dan kesenian di Jawa Timur, Pemprov Jatim berusaha mengemasnya dalam sebuah Festival Kesenian Kawasan Selatan FKKS ini,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto saat menyampaikan laporan dan menyambut para peserta FKKS.
Sinarto menambahkan, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada seluruh seniman yang bergerak di bidang seni pertunjukan di kawasan selatan Jawa Timur untuk mendapatkan pasar di wilayahnya.
“Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kreator kesenian dan budaya di wilayah kawasan selatan seluruh seni pertunjukan dan juga produk kreatif mendapatkan pasar di wilayahnya dan bisa menghadirkan buyer yang bagus merespon hasil dari kreativitasnya,” tambah Sinarto.
Sementar itu, Sekertaris Daerah Provinsi Jatim mengatakan, poin interest dari kegiatan ini yakni deretan pesisir pantai selatan Jawa Timur yang sangat mempesona. Seandainya kegiatan ini dapat dilaksanakan di pantai tentu akan lebih menarik lagi.
“Hal ini perlu diinformasikan pada seluruh masyarakat Indonesia bahwa melalui tema besar Dewi Cemara tentunya aktivitas kepariwisataan akan menjadi salah satu primadona perekonomian. Bisa kita dorong menjadi salah satu performa yang menarik yang ada di Jawa Timur ini,” tandasnya.
