Festival Kesenian Kawasan Selatan atau sering di singkat dengan (FKKS) adalah wadah salah satu kegiatan kesenian yang rutin di gelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang penyelengaranya oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata Pemerintah provinsi Jawa Timur. Peserta festival ini terdiri dari Kota/Kabupaten yang lokasi geografisnya berada di Wilayah Pesisir Selatan jawa Timur. Pada tahun 2017 ini Penyelengaraan FKKS berada di Kabupaten Trenggalek yang bertempat di Kawasan Wisata Pantai Prigi, dan diikuti oleh 8 kota/kab antara lain Pacitan, Trenggalek, Blitar, Tulungagung, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Kali ini Festival Kesenian Kawasan Selatan ke-13 di kab. Trenggalek mengusung tema Gebyar Jaranan, jadi penampilan para peserta sepenuhnya menggelar kesenian jaranan dari kabupatenya masing-masing. Walaupun Cuma dengan tema Jaranan namun ternyata tiap jaranan yang yang di tampilkan sangatlah berbeda mulai dari kostum,jarananya, barongannya, bahkan gamelanya pun berbeda, hal ini membuktikan bahwa kesenian jaranan di jawa timur ini sangat lah beragam dan berkembang, dan hal ini bisa menjadi kekayaan budaya yang di miliki oleh masyarakat Jawa Timur.
Kontingen Kabupaten Blitar yang di wakili oleh tim Kesenian yang di bina oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga ikut berpartisipasi dalam acara ini dengan membawa Pagelaran Atraksi Kesenian Daerah yang berjudul BRIGADE GONG KYAI PRADAH yang pada kegiatan kali ini di ketuai oleh Dhimaz Anggoro Putra sebagai penata tari serta Sugiono sebagai penata musik/gamelan. Pagelaran ini bercerita tentang Brigadhe Gong Kyai Pradah di Lodoyo, wilayah selatan Kabupaten Blitar, yaitu ketika prajurit prajurit pengikut pangeran prabu dari keraton kartasuro berada di hutan lodoyo, berhasil menghalau bala angkara murka berwujud Barong dan celeng di hutan Lodoyo. Namun kemudian Barong dan Celeng ini Tidaklah Menjadi Musuh malah melindungi keberadaan para kesatria prajurit pangeran prabu. Akhirnya berbaur menjadi satu meperkokoh kekuatan prajurit. Maka kemudian mereka bergembira, mengucap syukur kehadirat tuhan yang maha agung, dengan mendapat kekuatan baru membangun hutan lodoyo menjadi bumi yang gemah ripah lohjinawi toto tentrem karto tur raharjo. Cerita tersebut di gambarkan ke dalam kesenian jaranan tril yang merupakan salah satu dari sekian banyak jenis jaranan yang berkembang di kalangan masyarakat Blitar. Kesenian jaranan tril selalu ada dan menghiasi ritual dalam upacara adat Siraman Gong Kyai Pradah di Lodoyo Kabupaten Blitar.
Selain festival kesnian di sini juga terdapat acara bazar produk lokal yang di ikuti oleh kabupaten/kota yang berpartisipasi dalam Festival Kesenian Kawasan Selatan. Tiap-tiap daerah menampilkan produk andalanya dalam bazar ini, hal ini tidak terlepas dari banyaknya masyarakat yang bepergian ke tempat wisata juga mencari oleh-oleh khas daerah, dan membuat masyarakat punya peluang membuka usaha dan tetap melestarikan warisan kuliner lokal
Semoga apa yang menjadi harapan dalam pembuatan festival ini akan selalu membawa ke berkahan bagi masyarakat banyak. Salam lestari, Namo Buddhaya….
Salam AMAZING BLITAR






















