BLITAR, DISPARBUDPORA – Tata rias merupakan salah satu sektor usaha ekonomi kreatif yang terdampak oleh pandemi saat ini. Hal tersebut membuat para pelaku usaha di bidang tata rias untuk terus melakukan inovasi dan kreasi agar tetap bisa terus eksis dan bertahan di era pandemi ini.
Sadar akan pentingnya kemampuan vokasi di bidang tata rias kecantikan untuk menunjang terwujudnya kreativitas tersebut, maka Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbupora) Kabupaten Blitar mengadakan Pelatihan Tata Rias Kreatif yang diadakan dari tanggal 15-16 November 2021 di Daff Café, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
Pelatihan kali ini dibagi menjadi dua sesi dan diikuti 30 orang peserta dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparbudpora Kabupaten Blitar, Agus Munthalib S dan Perwakilan Kecamatan Bakung.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Parbupora Kabupaten Blitar Suhendro Winarso menyampaikan bahwa tata rias merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terdampak pandemi. Dimana pelaku usaha di bidang tata rias saat ini dituntut kreatif dan terus berinovasi agar bisa bertahan.
“Dari pelatihan ini diharapkan para peserta bisa memunculkan kreasi dan inovasi tata rias yang menarik dan mengikuti trend. Kita tahu bahwa di masa pandemi ini banyak trend yang berubah misalnya tata rias yang dikombinasi dengan pemakaian masker yang menarik dan diterima khalayak umum,” katanya.
Suhendro menambahkan pelatihan tata rias kreatif ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kreativitas peserta dan menggiatkan kembali kehidupan UKM di bidang kecantikan. Dari pelatihan ini diharapkan secara mandiri para peserta bisa melihat peluang ekonomi dari pelatihan tata rias kali ini.
“Selain tata rias panggung, diharapkan para peserta ini juga bisa mengaplikasikan tata rias di acara-acara sederhana, misalkan wisuda, karnaval, acara kantor, pesta, pernikahan dan lain sebagainya,” jelasnya.
Menambahkan hal itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Agus Munthalib S, menjelaskan bahwa melalui pelatihan tata rias kreatif ini diharapkan para peserta secara berkelanjutan bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh agar bisa menunjang munculnya industri kreatif di Kecamatan Bakung.
“Jadi harapannya ketika ada kegiatan di Kecamatan Bakung yang melibatkan seni pertunjukan atau kegiatan-kegiatan lainnya bisa memberdayakan ibu-ibu ini untuk tata riasnya, sehingga bisa memberikan dampak ekonomi bagi mayarakat sekitar,” paparnya.
Sementara itu, Kasi Pelayanan Publik Kecamatan Bakung, Rino Setiawan yang mendampingi para peserta, ikut mendukung pelatihan tata rias tersebut. Diharapkan dari skill yang diperoleh para ibu-ibu PKK ini bisa membawa dampak pemberdayaan di kecamatan bakung.
“Tentunya kami sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan tata rias dari Dinas Parbudpora ini, diaharapkan nantinya dari pelatihan ini untuk kegiatan-kegiatan kesenian atau kegiatan sederhana bisa memberdayakan ibu-ibu PKK dari Kecamatan Bakung sendiri, lebih lanjut juga bisa mengangkat ekonomi masyarakat sekitar melalui ekonomi kreatif tata rias ini,” tuntasnya.
