Kirab 1.800 Ketupat Coklat, Tradisi Unik Lebaran di Blitar

BLITAR – Kupatan merupakan salah satu tradisi masyarakat Indonesia yang digelar setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini terus dilakukan turun-temurun oleh masyarakat dengan berbagai cara yang unik.

Salah satunya yakni perayaan tradisi Kirab tumpeng ketupat coklat di Blitar, tepatnya di Wisata Edukasi Kampung Coklat, Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.

Tradisi Kirab Tumpeng Ketupat Coklat kembali digelar tahun ini dengan menyediakan 1.800 porsi ketupat coklat bagi pengunjung di Wisata Edukasi Kampung Coklat, Minggu (8/5/2022).

Manager Kampung Coklat Blitar, Edi Purwanto mengatakan, Tradisi Kirab Tumpeng Ketupat Coklat pertama kali diadakan pada tahun 2019, dan sempat tertunda selama 2 tahun pada 2020 hingga 2021 dikarenakan Pandemi Covid 19.

“Kirab Tumpeng Ketupat Coklat ini bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus budaya umat Muslim. Alhamdulillah tahun ini kita bisa menggelar kembali Kirab Ketupat Coklat setelah dua tahun tidak digelar. Kali ini kita sediakan 1.800 porsi Ketupat Coklat untuk para pengunjung di Wisata Edukasi Kampung Coklat,” kata Edi.

Dalam acara ini Kampung Coklat menghadirkan sesuatu yang berbeda dari lainnya dan lebih unik yaitu Ketupat dengan bahan dasar coklat disusun membentuk sembuah tumpeng yang diarak berkeliling area wisata, setelahnya ketupat dibagikan kepada pengunjung.

Disini para pengunjung sangat antusias untuk bisa menikmati olahan ketupat cokelat. Ketupat cokelat sebelumnya disusun menjadi sebuah gunungan tumpeng dan diarak keliling Desa Plosorejo dengan iringan lantunan shalawat.

Setelah diarak keliling kampung, kemudian tumpeng ketupat cokelat itu didoakan dan dimakan bersama-sama oleh para pengunjung yang telah memadati lokasi sejak dini hari. Mereka tampak berdesakan untuk mendapatkan ketupat cokelat tersebut.