BLITAR – Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar mencatat angka kunjungan wisatawan di destinasi wisata saat libur natal dan tahun baru 2022 mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan angka kunjungan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso menjelaskan pihaknya mengapresiasi dan menyambut positif antusiasme masyarakat berlibur di masa liburan natal dan tahun baru. Sebab, dengan naiknya kunjungan wisata tersebut akan berdampak positif terhadap kebangkitan ekonomi di Kabupaten Blitar.
“Sesuai data ada pergerkan cukup signifikan dalam hal kunjungan wisatan. Ini membawa optimisme bahwa wisata di Kabupaten Blitar akan bisa bangkit dan akan lebih luar biasa lagi. Dari presentase memang terjadi peningkatan kunjungan wisata, karena memang sebelumnya masih tutup dan baru buka ketika Kabupaten Blitar turun di level 2 dan dibarengi dengan momentum libur natal dan tahun baru,” kata Suhendro, Rabu (5/1/2022).
Berdasarkan data yang dihimpun Disparbudpora Kabupaten Blitar pada tanggal 24 s.d. 28 Desember 2021 jumlah wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata Kabupaten Blitar yaitu sebanyak 44997 orang. Sedangkan data yang dihimpun pada momentum libur tahun baru terhitung mulai 29 Desember 2021 s.d 2 Januari 2022, yaitu sebanyak 57.727 orang pengunjung. Sehingga total kunjungan wisatawan di Kabupaten Blitar saat momen libur natal dan tahun baru 2022 mencapai angka 102.724 orang kunjungan wisatawan.Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada saat libur tahun baru 2022 yaitu pada tanggal 2 Januari 2022.
“Momentum liburan tahun baru ini apabila di kondisi normal ini adalah waktu-waktu dimana terjadi peningkatan kunjungan wisata. Namun untuk Kabupaten Blitar dari trend naiknya ini kami memahami bahwa ada optimism besar disana untuk membawa Blitar Land of Kings ini di dunia pariwisata bisa segera bangkit,” jelasnya.
Suhendro menambahkan bahwa saat ini ada 67 destinasi wisata Kabupaten Blitar yang telah menerapkan protokol kesehatan, namun yang sudah siap buka dan beroperasi masih sekitar 60 persennya saja. Untuk itu, pihaknya terus berkordinasi dan melakukan pembinaan pada para pengelola destinasi agar mempersiapkan protokol kesehatan standar CHSE dan aplikasi PeduliLindungi.
“Meskipun wisata sudah boleh buka namun faktanya tidak 100 persen itu bisa buka, ini lah yang kita maksud recovery. Nah, yang belum buka ini memang dalam tahap persiapan-persiapan. Jadi dari 67 destinasi tersebut kami memastikan yang 60 persen ini memang benar-benar siap untuk buka, karena ini sesuai verifikasi di lapangan dan juga laporan kesiapan masing-masing destinasi. Kami berkomitmen menyajikan iklim pariwisata yang sehat dan siap menerima kunjungan wisatawan,” tuntasnya.
