Sekarang kita telah memasuki bulan Suro. Nama ini begitu populer di kalangan orang Jawa, meskipun tak menutup kemungkinan banyak penduduk Indonesia lainnya yang tidak mengenalnya. Bulan yang dinamakan Suro ini, tak lain adalah bulan Muharram menurut kalender Islam. Peringatan 1 Suro adalah hari pertama pergantian tahun dalam kalender Jawa. Bulan Sura (Suro) bertepatan dengan 1 Muharam dalam kalender hijriyah, karena Kalender Jawa yang diterbitkan Sultan Agung dari era awal Mataram adalah penyatuan penanggalan Hijriyah (Islam) dan Jawa. Bagi masyarakat Jawa, tanggal 1 Suro sebagai hari pertanda pergantian tahun dipastikan dirayakan di berbagai kota dan daerah di Pulau Jawa. Sebagian orang menganggap sebagai hari keramat, dimana saatnya orang mencuci benda-benda keramat, seperti keris dan pusaka lainnya,serta larungan sesaji, dan bertirakat.
Dalam bulan suro ini di Blitar selatan khususnya di wilayah pesisir selatan selalu di lakukan ritual berupa larung sesaji, di tanggal 23 September 2017 akan di lakukan larungan sesaji di pantai Tambakrejo Kec.Wonotirto Kab.Blitar. Dan akan di hadiri juga oleh Bupati beserta jajaran serta Camat dan Kades Se-Kec. Wonotirto dan para sesepuh/Tokoh Kecamatan Wonotirto.
Acara akan di lakukan pada mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Berikut Rundown acara larung sesaji Pantai Tambakrejo Sabtu, 23 September 2017:
- Tari Gambyong
- Sambutan Kades
- Sambutan Bupati, Penyerahan Cindera Mata
- Do’a (Kemenag)
- Pemukulan Gong dan Penyerahan Cinde Puspito
- Do’a Suguh (Juru Kunci)
- Pelaksanaan larung sesaji
Semoga Acara ini bisa berlangsung dengan Khikmat tanpa ada halangan apapun dan semua inti dari acara ini bisa kembali kepada Masyarakat Blitar dengan Baik.
Salam AMAZING BLITAR……





