Meriahnya Suasana Penilaian Lomba Desa Provinsi Jatim 2022 di Desa Ploso Selopuro Kabupaten Blitar

BLITAR – Kirab dan arak-arakan jajanan tradisional warnai penyambutan Tim Juri penilai Lomba Desa dan 10 Program Pokok PKK Provinsi Jatim 2022 di Desa Ploso, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Selasa (21/6/2022).

Kedatangan Tim Juri Penilai Lomba Desa Provinsi Jatim 2022 itu disambut langsung oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar Izul Marom beserta jajaran Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait serta jajaran Muspika Kecamatan Selopuro.

Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom mengatakan, Desa Ploso merupakan perwakilan Kabupaten Blitar dalam Lomba Desa dan 10 Program Pokok PKK Provinsi Jatim 2022. Seperti diketahui Desa Ploso merupakan sentra olahan Kreatif berupa jajanan Pasar terbesar di Kabupaten Blitar. Para pembuatan olahan kreatif ini sudah berjalan lebih dari satu Dekade yakni tepanya sudah 11 tahun berjalan mewarnai jajanan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Blitar.

“Tentunya kita bangga dan sangat mengapresiasiasi Desa Ploso ini. Karena dari 7724 Desa di Jawa Timur ini kita terpilih untuk masuk dalam penilaian lapangan ini di Jawa Timur ada 6 Desa dari 6 Kabupaten. Yang unik dari Desa Ploso ini yakni sebuah kelompok ekonomi kreatif yang menggerakkan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil pembuatan jajanan dan kue-kue tradisional dan itu dilakukan oleh banyak warga di Desa Ploso ini dan itu mempunyai pengaruh signifikan terhadap ekonomi yang ada di Desa ini,” jelas Izul.

Menurutnya, melalui usaha pembuatan kue dan jajanan tradisional tersebut mempunyai dampak ekonomi yang sangat bagus bagi masyarakat di Desa Ploso, setidaknya ada putaran uang sekitar 30 juta setiap harinya. Selain itu, kelompok paguyuban Sari Roso ini mempunyai tradisi unik, yakni sebagai ungkapan rasa syukur atas usahanya itu mereka menggelar acara tahunan Harlah Paguyuban.

“Tradisi ini diawali dengan kirab jajanan tradisional dan kue-kue itu diarak keliling kampung kemudian kue-kue itu dibagikan kepada seluruh masyarakat. Nah ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas usaha mereka selama ini. Hal ini kemudian yang menarik Tim Juri Provinsi memilih Desa Ploso, ini adalah sesuatu yang beda dan khas yang ada di Desa Ploso ini,” tukasnya.