Ngopi Bareng Sujiwo Tedjo

Sabtu 31 Maret 2018 bertempat di pelataran Candi simping pemuda dari Pancasonya grup dan pemuda dari komunitas jancukers Blitar menyelenggarakan acara diskusi yang mengusung tema NgopiĀ  (Ngobrol Pintar) dengan mebahas mengenai Memayu Hayuning Budoyo dengan narasumber Sujiwo tedjo. Acara yang berlangsung dengan santai dan penuh suasana keakraban, kekeluargaan, dan cinta kasih ini di awali dengan tarian berjudul Anoman obong, ada yang unik dari tarian anoman obong ini yang mana apabila pada umumnya anoman menang melawan rahwana dan menyelematkan dewi sinta justru sebaliknya anoman di kisahkan kalah oleh rahwana dan dewi sinta pun menjadi milik rahwana seutuhnya.

DSC00010

Selanjutnya acara di mulai dengan hadirnya sujiwo tedjo di tengah para penonton yang hadir dalam acara tersebut dengan style yang khas dari sujiwo tedjo yang mengenakan sarung dan bertopi koboi memecah perhatian penonton dengan lagu-lagu milik sujiwo tedjo.

DSC00041

Dalam acara ini selain diskusi dengan para pengunjung yang hadir sujiwo tedjo mengingatkan kepada para penonton yang datang supaya mereka bangga menjadi orang Blitar karena besarnya kebudayaan yang ada di Blitar terbukti dengan di Darmakan-nya Raden Wijaya pendiri Majapahit di Candi Simping dan dari anak keturunan Raden wijaya sampai pada munculnya Raden Gajah Mada yang bersumpah Amukti Palapa yang bertujuan untuk Menyatukan Nusantara. Ada lagi Pendarmaan Anusapati di Candi Mleri di Srengat dan Ronggowuni di candi Sawentar, selain itu juga ada candi penataran yang merupakan candi yang berdiri di tiga zaman yakni pada masa kerajaan Kadhiri, Kerajaan Singosari, dan terkhir kerajaan Majapahit. Dan jangan lupa makam bung Karno juga ada di Blitar. Selain itu juga dalam kesempatan ini di launching lagu Sugih Tanpo Bondho yang di tandai dengan pemotongan tumpeng.

DSC00048

Di penghujung acara Sujiwo tedjo menekankan kepada para pemuda supaya berfikir cerdas kepada ke besaran budaya kita dan tidak minder dengan budaya kita karena orang lain yang hidup di luar Indonesia sangat terpikat dan kagum oleh Budaya Indonesia. Oleh sebab itu untuk para generasi muda jangan lupakan budaya kita dan selalu menjaga supaya indonesia kedepannya tetap menjadi negara yang tetap berakhlak dan berbudi.