BLITAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar menjadwalkan Festival Kresnayana akan digelar empat kali di tahun 2022 ini.
Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso mengatakan bahwa, Pemkab Blitar bersama Disbudpar Pemprov Jatim telah melakukan sejumlah persiapan teknis terkait penyelenggaraan Festival Krenayana di tahun 2022. Menurutnya, penyelenggaraan Festival Kresnayana tahun ini akan dikemas lebih semarak dengan tema-tema modern dan milenial.
“Di tahun 2022 ini Pemkab Blitar akan menyajikan empat kali Festival Kresnayana, yakni di bulan Maret Juni Agustus dan Oktober, yang terdekat akan kita selenggarakan pada tanggal 12 Maret 2022 mendatang. Saat ini tim produksi telah melakukan persiapan-persiapan teknis untuk segera menjadwalkan latihan dengan festival nanti akan bisa disajikan dengan luar biasa,” kata Suhendro Winarso.
Dia menambahkan bahwa pagelaran Festival Kresnayana di tahun 2022 kali ini direncanakan akan digelar secara hybrid, yakni offline di Amphitheater Penataran serta disiarkan langsung lewat kanal YouTube Pemkab Blitar dan Amazing Blitar Land of Kings.
“Festival Kresnayana kali ini akan kita selenggarakan secara hybrid, Jadi di era new normal pasca pandemi Covid-19 ini penonton bisa menyaksikan langsung di Amphitheater Penataran maupun lewat siaran langsung di kanal YouTube Pemkab Blitar dan Amazing Blitar Land of Kings. Selain itu, sejumlah kegiatan pameran kreatif dan bazzar dari komunitas akan ikut memeriahkan pagelaran Festival Kresnayana tahun ini,” tambahnya.
Lebih dalam Suhendro menjelaskan bahwa Festival Kresnayana akan memasuki kali keenam dalam penyelenggaraannya. Festival kebanggaan masyarakat Kabupaten Blitar ini telah masuk dalam 10 Top Event Jawa Timur.
Gelaran Kresnayana yang terdekat yakni Kresnayana VI yang akan diselenggarakan pada 12 Maret 2022 mendatang. Dengan mengangkat lakon “Tembang Katresnan Sang Narayan” atau “Romance of Kresna”, Festival Kresnayana kali ini akan dikemas lebih membumi dengan sajian bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat luas.
“Festival Kresnayana tahun ini mungkin agak berbeda dengan sajian-sajian sebelumnya, di Kresnayana VI kali ini kita akan gunakan bahasa jawa yang lebih mudah dipahami serta penggunaan translate bahasa Indonesia. Dengan harapan kaum milenial serta masyarakat secara luas bisa memahami dan meneladani kisah Kresna yang melegenda tersebut,” jelas Suhendro.
Perlu diketahui bahwa Kisah Kresnayana ini di Indonesia terdapat di relief Candi Jago dan Candi Penataran. Dalam relief Candi Penataran, kisah Kresnayana bisa ditemui di candi induk Penataran pada tingkat kedua. Itulah yang menjadi dasar penyelenggaraan Festival Kresnayana di Kabupaten Blitar.
“Kresna sebagai tokoh dalam pewayangan yang reliefnya digambarkan di Candi Penataran ini dia adalah sosok yang ahli dalam bidang politik dan tokoh yang hebat berdialek, berdiplomasi dan dalam romantikanya dia juga bagus. Disini tokoh Kresna mengajarkan kita tentang tokoh yang bijaksana, memiliki sifat kepemimpinan dan politik dan itulah yang identik dari Blitar,” urainya.
Pagelaran Festival Kresnayana diharapkan akan menjadi event unggulan bagi Kabupaten Blitar untuk mendatangkan wisatawan. Terutama sebagai hiburan seni budaya sekaligus tuntunan, simbolisasi dari Blitar yang dikenal sebagai Land of Kings atau tanah para raja.
“Kedepan diharapkan masyarakat Blitar akan bangga dan betul-betul membumi dan sangat familiar dengan tokoh Kresna. Lebih jauh dari itu tidak hanya dalam pagelaran seni semata, dari Festival Kresnayana ini masyarakat Blitar bisa belajar dari tokoh Kresna yang identik dengan sosok kepemimpinanannya yang melegenda,” tuntasnya.
