BLITAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelar puncak Hari Jadi ke-699 Blitar dengan menyelengarakan agenda pisowanan agung di Pendapa Agung Ronggo Hadi Negoro, Sabtu (5/8/2022).
Kegiatan pisowanan agung diawali dengan upacara budaya di Alun-Alun Kota Blitar. Setelah dari alun-alun, pusaka lambang daerah dari 22 kecamatan dan 248 desa/kelurahan, serta pusaka daerah Blitar dan kitab sejarah Blitar, diarak menuju Pendapa Agung Ronggo Hadi Negoro.
Pusaka lambang daerah dan kitab sejarah Blitar kemudian diserahkan kepada Bupati Blitar selaku pimpinan tertinggi di Kabupaten Blitar. Selanjutnya, pusaka disemayamkan kembali di gedong pusaka Pemerintah Kabupaten Blitar.
“Pisowanan agung ini sebagai wujud rasa syukur, Blitar pada tahun ini sudah berusia 698. Filosofi pisowanan agung ini menunjukkan hubungan yang sangat baik antara pemimpin dan yang dipimpin atau bisa dikatakan manunggaling kawulo gusti, atau bisa juga kedekatan dari para pejabat dengan masyarakatnya. Kemanunggalan ini kekuatan Blitar untuk semakin maju bersama sejahtera bersama,” kata Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso.
Selain prosesi tahunan, Suhendro menambahkan bahwa Hari Jadi Blitar ke-699 kali ini lebih istimewa karena dalam kesempatan ini ada momentum penyerahan piagam penghargaan untuk tokoh-tokoh Blitar. Para tokoh itu dinilai telah berjasa dan berprestasi dalam berbagai bidang untuk memajukan Kabupaten Blitar.
Penerima piagam penghargaan berasal dari berbagai latar belakang, misalnya tokoh pemerintahan, tokoh perikanan, tokoh pesantren, tokoh pertanian.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Blitar Rini Syarifah. Penyerahan piagam penghargaan itu sebagai salah satu wujud kebanggaan dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Blitar.
Sementara itu, Bupati Blitar Rini Syarifah menyebutkan jika pada peringatan ke 699 Kabupaten Blitar pihaknya terus bersemangat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kemandirian dan kemajuan masyarakat.
Menurutnya Kabupaten Blitar memiliki wilayah yang luas sehingga perlu menggali lebih dalam potensi yang ada. Sejumlah capaian pembangunan, penurunan angka kemiskinan dan penurunan stunting juga disampaikan oleh Bupati perempuan di Blitar tersebut.
“Saya optimis, dengan dilandasi semangat Hurub Hambangun Praja, visi tersebut cepat tercapai,” kata Bupati Rini.
Dalam kesempatan tersebut orang nomor satu di Kabupaten Blitar itu menyampaikan ungkapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mendukung seluruh kegiatan peringatan Hari Jadi Blitar dan menyambut HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati yang akrab disapa Mak Rini ini menambahkan Peringatan Hari Jadi Blitar ke 699 ini semakin istimewa dengan adanya pemberian piagam penghargaan kepada Leluhur atau masyarakat Kabupaten Blitar yang telah berjasa mengharumkan nama Kabupaten Blitar, sesuai dengan keahlian dibidang masing-masing.
“Salah satunya keluarga Mbah Moedjair, berkat ketekunan Mbah Moedjair mengembangbiakkan ikan tersebut di air tawar. Selain itu ada Mbah Turut, dan beberapa generasi muda yang berprestasi lainnya,” urainya.
Selain itu, dalam kesempatan peringatan Hari Jadi Blitar ke-699 kali ini Bupati juga berpesan bahwa pada tahun politik ini kita semua harus bijak menyikapinya. Jangan sampai beda suara, beda pendapat, kita menjadi terpecah belah. Semboyan Crah Agawe Bubrah, Rukun Agawe Santosa, senantiasa kita pegang. Blitar Raya ini tetap adem ayem, masyarakatnya tentrem kertoraharjo.
“Monggo kita bersama-sama melecutkan semangat yang telah dititiskan para raja untuk membangun kejayaan Blitar. Blitar Kawentar, Indonesia Maju,” tukasnya.
