KIDUNG TRESNA SANG NARAYANA
INTRODUKSI
Panggung gelap, music menghentak bergemuruh
Lagu Dutaning jagad diawali intro music bergemuruh, lampu focus pada kuncup bunga teratai.
Saat musik intro bergemuruh lampu flash kuat dan menyambar nyambar pada kuncup bunga teratai yang berputar.
Masuk saat lagu Dutaning jagat perlahan kelopak teratai mekar. Tampak di dalam kelopak bunga teratai Narayana sedang bersamadi, berkontemplasi dengan pikir, rasa dan karsanya nyawiji dalam jagat gumelar ini
Sesekali terlihat bayangan wayang kulit pada layar belakang memperlihatkan keagungan Narayana dalam sabet indah sebagai pemelihara kedamaian bumi.
Lagu dutaning jagat selesai ada sambungan music semakin riuh dalam suasana tegang, sirep masih dalam irama sak “gilak” koreografi penari putra dalam garap suasana tegang, music peralihan ilustratif, perlahan lampu mengarah pada sosok Narayana diatas singgasana dilayani oleh penari penari putri cantik dalam alunan music rasa kedalaman imajinatif (vocal yang mendayu dayu penggambaran Narayana mencapai kebahagiaan)
Lagu saat Narayana dikerubuti penari penari putri bercerita :
Endahing rasa mulya tan bisa ginambarna
Krenteg dadi nyata, ora mung ana sumpena
Apa kang cinipta muhung kanggo Narayana
Kabagyan kamulyan lumadi saben dina
Sinawang saka awang awang nora dadi panandhang
Edi peni lumadi saben hari
Baya iki winastan urip kang kebak kabagyan lan kamulyan
Tresnaku tresnamu dadi kembang lambe
Tresnaku tresnamu urube kaya srengenge
Keindahan rasa yang mulia tidak dapat digambarkan
Keinginan menjadi nyata tidak hanya menjadi mimpi
Apa yang tercipta hanya untuk Narayana
Kebahagiaan Kemuliaan berjalan setiap hari
Dilihat dari angkasa tidak menjadi penderitaan
Indah menawan melayani setiap hari
Apakah ini yang dinamakan hidup penuh kebahagiaan dan kemuliaan
Cintamu dan cintaku menjadi buah bibir
Cintaku dan cintamu bersinar seperti matahari
Dalam kebahagiaan yang luar biasa muncul penari putra dengan senjata tombak (atau yang lain), mereka mengepung Narayana dari berbagai penjuru, berteriak penuh amarah, mencaci maki Narayana.
Garap music penuh amarah, sirepan rasa sak “gilak” untuk dialog
ORANG 1
Narayana !, kowe aja nggugu karepmu dhewe !
Narayana, jangan hanya peduli dengan pendapatmu sendiri
ORANG 2
Aja mung mburu senengmu dhewe !
Jangan mencari kebahagiaanmu sendiri
Narayana terpelanting ke kiri, orang orang dari sebelah kiri terus ngomong sambal menodongkan tombaknya hingga menggiring Narayana kembali ke tempat semula
ORANG 3
Elinga Jembawati bojomu, atine mbok iris mbok tetangis
Ingatlah istrimu, Jembawati. Kamu membuat dia menangis karena hatinya sakit
ORANG 4
Elinga Rukmini, mbok tandhing tandhingke karo wong wadon liya
Ingatlah istrimu, Rukmini, kamu bandingkan dengan orang lain
Garap koreografi terombang ambingnya Narayana oleh koreografi kelompak putra. Narayana dalam tekanan yang hebat
ORANG 1
Pikiren nasibe kawulamu, aja mung mikir senengmu dhewe
Pikirkan nasib rakyatmu, jangan memikirkan diri sendiri
ORANG 2
Iki malah kowe arep ngrabi Setyaboma, minger kiblatmu Narayana !,
Kamu malah memikirkan cara menikahi Setyaboma. Jangan sampai lupa Kiblat mu.
ORANG 3
Ngaku titis Wisnu, ning lakumu senang nguja hawa nepsu
Mengaku titisan Dewa Wisnu, tetapi sifatmu suka mengejar hawa nafsu
ORANG 4
Ora pantes dadi conto kowe Narayana
Kamu tidak pantas menjadi contoh, Narayana !
Koreografi Narayana terombang ambing hingga pada saat tertentu Narayana berteriak, bersamaan music menghentak kelompok putra hilang dari pandangan Narayana. Nafas Narayana tersengal sengal menahan gejolak dalam pikirannya yang terus berkecamuk perlahan gelap dan lampu sudah focus di Narayana yang perlahan tersadar dari semedinya dan mendengar suara tembang yang menggema di angkasa sekaligus sebagai transformasi music ke dalam adegan
Isi Tembang :
Jiwa jiwa suci terpilih menjadi duta di bumi
Untuk sebuah laku dengan Langkah pasti
Tak ada ragu karena melangkah bersama Nurani
Suasana berangsur damai menyejukkan hati dengan munculnya Semar
SEMAR
Jagat ginelar kabeh kanggo manungsa, nanging emane saiki jagate wis rusak. Rusake jagat sebab wis ora ana katresnan. Tresna asih saiki mung kari crita, awit kabeh wis kebandhang watak angkara murka
Alam semesta dan dunia ini untuk kelangsungan hidup manusia, tapi sayangnya sekarang dunia ini sudah rusak, karena sudah tidak ada lagi rasa cinta dan kasih sayang. Rasa cinta dan kasih sayang yang sekarang hanya tinggal cerita, terganti oleh rasa amarah, angkara murka.
KRESNA
Kakang Semar, amung katresnan sejati kang nguripi lan migunani kanggo tentreming jagat
Kakak semar, hanya cinta dan kasih sayang sejati ini yang menghidupi dan berguna untuk ketentraman alam semesta dan seluruh dunia.
SEMAR
Wujude tresna sejati kuwi sing kepiye ?
Wujud dari cinta dan kasih sayang sejati itu, yang seperti apa ?
KRESNA
Wujude tresna sejati kuwi kaya tresnane yayi Jembawati lan yayi Rukmini marang aku, kalebu tresnane yayi Setyaboma putrine paman Setyajid sing bakal menehake tresna sejati marang Narayana
Wujud cinta dan kasih sayang sejati itu seperti kasih sayang adinda Jembawati dan adinda Rukmini terhadapku. Termasuk cinta dan kasih sayang adinda Setyaboma putri dari paman Setyajid yang akan memberikan kasih sayang sejatinya kepadaku.
SEMAR
Wisnu, kewajibanmu ning alam donya iki ora ana liya mung andum kabagyan lan kamulyan marang apa wae lan sapa wae, muga bisa mawujud…!
Wisnu, kewajiban kamu di dunia ini tidak lain hanya membagi kebahagiaan dan kemulliaan untuk apapun dan siapapun semoga bias terwujud.
Semar hilang dari pandangan, perlahan lampu redup suasana menuju adegan berikutnya
ADEGAN 2
Jembawati dan Rukmini
Suasana saling asih, saling memuji diantara Jembawati dan Rukmini serta kebanggan menjadi istri Kresna diungkapkan melalui tembang dan dalam sela sela music disisipi dialog.
Isi tembang :
RUKMINI : Drajatku asor sudra pindhane
Leladi priya kang wus mengku garwa
Nampa pidana sumangga karsa
Dhuh kakang mbok nyuwun ngapura
Drajatku rendah layaknya orang sudra
Melayani laki-laki yang sudah mempunyai istri
Diberikan hukuman, silahkan saja
Dhuh kakak perempuan maafkanlah aku
Dialog
RUKMINI
Mesthinipun penjenengan duka kalian kula, nanging kenging menapa penjenengan malah tresna asih kalian jiwa raga kula
Seharusnya kamu marah kepadaku, tetapi kenapa kamu malah menyayangi jiwa dan ragaku ?
JEMBAWATI : Wanita kuwi bumi pindhane
Kebak katresnan marang sapa wae
Najan dipilara lan disiksa
bumi tetep aweh panguripan
Bumi gambarane tresna sejati
Becik anulada murih bisa nggayuh tentrem lahir batin
Wanita itu adalah bumi yang bergerak
Penuh rasa cinta terhadap siapa saja
Meskipun disakiti dan disiksa
Bumi selalu memberi kehidupan
Bumi adalah gambaran cinta sejati
Teladanilah hal yang baik agar bisa mencapai ketentraman lahir dan batin
Dialog
JEMBAWATI
Rukmini, yen teteg atimu, kakang Narayana bakal daup maneh kalawan Yayi Dewi Setyaboma, mungguh piye panemumu
Rukmini, jika kukuh hatimu kanda Narayana akan menikah lagi dengan adik Dewi Setyaboma, bagaimana pendapat kamu ?
RUKMINI
Jujur kemawon kula mboten sarujuk, kirange napa kula lan penjenegan anggone leladi kakang mas Narayana
Jujur saja, aku tidak setuju. Apa kurangnya aku dan kamu melayani kanda Narayana ?
JEMBAWATI
Tresna sejati mono bisa nampa keluwihan lan kekurangan. Tresna sejati kuwi ora kudu duweni, kaya watake bumi sing tak kandhakke ing ngarep mau
Cinta dan kasih sayang sejati itu bias menerima kelebihan dan kekurangan. Cinta sejati itu tidak harus memiliki seperti sifat bumi yang aku katakan kepadamu tadi.
RUKMINI
Nanging sepisan menika kula mboten saget nampi kangmbok………………..
Tetapi, sekali lagi,aku tidak setuju kak
Dari kejauhan Kresna angidung tembang katresnan jati
KRESNA : Lamun aku wis kandha tresna
Lathi makarti mung sawiji
Nora bakal cidra tumekeng pralaya
Dhuh nimas tresnaku amung sira
Jika aku sudah mengatakan cinta
Lidahku brerkata hanya ada Saturday
Tidak akan menghianati sampai mati
Duhai sayang, cintaku hanya kamu
Janjimu gelem nampa apa anane
Sejatine tresna kanggo kamulyane jiwa
Janjimu bisa menerima apa adanya
Sejatinya rasa cinta untuk kemuliaan jiwa
JEMBAWATI : Jiwa jiwa agung ya mung ndika
RUKMINI : Kang bisa momong tangising Donya
SARENG : Sri kresna panutaning jiwa
Jiwa jiwan yang agung hanya kamu
Yang bisa membuat dunia menangis
Sri Kresna adalah panutan jiwa
Garap koreografi bertiga menggambarkan penyatuan cipta karsa dalam ikatan cinta, harmoni bersama ketulusan hati antara Kresna, Jembawati dan Rukmini.
Selesai koreografi ilustrasi music nyambung untuk lagu impen impenan sebagai gambaran kasmarannya Setyaboma kepada Kresna. Koreografi disambungkan dari lelangen dengan Rukmini Jembawati menjadi gambaran kasmaran Setyaboma kepada Kresna (dimungkinkan kolaborasi dengan siluet wayang kulit).
Angan angan Setyobama yang sedang memadu kasih dengan Kresna seketika ambyar saat Setyaki dating
SETYAKI
Kakang mbok Setyaboma, tangia saka impenmu. Cukup semene wae nggonmu kedanan karo kakang Narayana. Aku ngeman kowe, aku ngeman yen mbakyuku mung bakal dadi dolanane Narayana. Cukup kang mbok…….cukup !.
Kakak Setyaboma, bangunlah dari mimpimu. Cukup sampai sini kamu tergila gila oleh Kanda Narayana. Aku sangat menyayangkan kamu kakak ku , Cuma dipermainkan oleh Narayana. Cukup kak, cukup !
Setyaboma tersentak, tersadar dari lamunannya, music kagetan
SETYABOMA
Ora Setyaki, tresnaku dudu tresnane wong mberung, wis tak petani untung lan rugine, kowe ngerti apa babagan katresnan…………………..
Tidak, Setyaki. Cintaku bukanlah cinta yang buta, sudah aku perhitungkan untung dan ruginya. Kamu ngerti apa masalah percintaan ?
Setyaboma sambil berlari meninggalkan Setyaki. Setyaki turut berlari mengejar Setyaboma
ADEGAN 3
NARAYANA BERTEMU KAKRASANA
KAKRASANA
Tak sawang sajak seneng atimu Narayana, lagi kasmaran sajake
Aku lihat sepertinya kamu sedang bahagia,Narayana. Sedang kasmaran ?
NARAYANA
Wah, sampean ki ngrusak angen angen kula sing lagi kasmaran
Aduh, kamu ini merusak khayalanku yang sedang kasmaran.
KAKRASANA
Kosik to, kowe kuwi kasmaran !, saiki tak takoni apa kowe ngerti tegese katresnan ?
Sebentar, kamu ini kasmaran ?, Sekarang aku tanya, apakah kamu tau arti dari cinta dan kasih sayang ?
NARAYANA
Kok penjenengan takon katresnan, menapa badhe krama malih ?
Kenapa kamu tanya perihal cinta ? apa kamu ingin menikah lagi ?
KAKRASANA
Ora !, aku cukup siji mbakayumu Erawati kae wae
Tidak ! aku cukup satu, kakak mu Erawati itu saja.
NARAYANA
Katresnan mono raos ingkang angel digambarake, margi katresnan menika mapan ing telenging sanubari.
Cinta dan kasih sayang itu tidak bisa digambarkan. Karena cinta dan kasih saayng itu melekat didekat sanubari.
KAKRASANA
Banjur apa ning donya iki ana wong kang ora duweni katresnan ?
Lantas apakah di dunia ini ada orang yang tidak mempunyai cinta dan kasih sayang ?
NARAYANA
Sedaya manungsa diparingi katresnan, nanging beda beda bobotipun, gumantung kadewasan lan jatah jiwane
Semua umat manusia diberi rasa cinta dan kasih sayang, tetapi berbeda takaran nya. Tergantung kedewasaan dan bagian jiwanya.
KAKRASANA
Jatah jiwa kuwi sing ngerti sapa ?, kamangka akeh manungsa sing ora ngerti karo jiwane
Yang mengerti tentang Jiwa itu siapa ? Padahal banyak manusia yang tidak tau dengan jiwa mereka masing-masing.
NARAYANA
Mesthinipun tiyang ingkang mboten ngerti karo jiwane ya mboten duwe agunging katresnan jati
Tentu saja orang yang tidak tau dengan jiwanya, ya tidak punya besarnya cinta dan kasih sayang sejati.
KAKRASANA
Lha katresnan sejati kuwi apa ?
Lalu cinta sejati itu apa ?
NARAYANA
Katresnan sejati niku namung kagungane Gusti ingkang maha suci
Cinta sejati itu hanya milik Tuhan Yang Maha suci
KAKRASANA
Apa ana manungsa sing duweni katresnan sejati
Apakah ada manusia yang memiliki cinta sejati ?
NARAYANA
Nggih wonten, namung ingkang sampun asarira bathara
Iya, ada. Hanya dia yang mampu mengerti Tuhan dalam dirinya.
KAKRASANA
Yen ngono kowe sing duwe katresnan sejati
Kalau begitu kamu ini mempunyai Cinta sejati.
NARAYANA
(mesem) ……… dhasaripun menapa ?
( Sambil tersenyum, Narayana berkata ) Hal apa yang mendasarinya ?
KAKRASANA
Marga kowe kang asarira bathara, titising Wisnu dewaning kabagyan lan kamulyan
Karena dalam dirimu ada Tuhan, titisan dewa Wisnu, Dewa nya kebahagiaan dan kemuliaan.
NARAYANA
Menika kangmas Kakrasana lho sing kandha……….!
Jika seperti itu, Kanda Kakrasana ya yang mengucapkan.
KAKRASANA
Cekak aose ngene Narayana, aku nemoni kowe mono sejatine ana wigati sing bakal tak kandhakkake karo kowe. Aku lagi wae nampa rawuhe paman Setyajid sing perlune kowe gelema nampa suwitane anake wedok paman Setyajid kang aran dewi Setyaboma minangka dadi bojomu. Piye dhi, apa kowe bisa nampa ?
Singkatnya begini, Narayana. Aku kesini karena ada hal penting yang akan aku katakan. Aku barusaja menerima kedatangan paman Setyajid, yang bermaksud menginginkan kamu menerima lamaran putrinya, yang bernama Dewi Setyaboma menjadi istrimu. Bagaimana dhik ? apakah kamu bisa menerimanya ?
NARAYANA
Kangmas, jan jane kula sampun dangu sambung rasa kalian yayi Setyaboma, mila keleresan kula nyuwun tambahing pangestu kangmas
Kanda, sebenarnya saya sudah lama menyambung rasa dengan adinda Setyaboma, maka dari kebetulan sekali, aku ingin meminta restu dari kakak.
KAKRASANA
Bocah edyaaan…………….ya wis kana pun kakang jumurung, malah sisan gawe tak jampangi lakumu
Orang gila,,,,, yasudah sana, kakak sudah terjebak, sekalian aku tidak peduli dengan tingkah lakumu.
ADEGAN 4
ARJUNA BERTEMU DURNA
(adegan ini menjadi opsi pertimbangan, berkenaan dengan paraga dan garap koreografi, perlu dicoba adegan ini dengan opsi bayangan wayang kulit)
Musik ilustratif Guru memberikan wejangan kepada murid.
DURNA
Arjuna, apa kuwajibane murid marang gurune
Arjuna, apa kewajiban murid terhadap gurunya ?
ARJUNA
Mituhu menapa ingkang dados dhawuhing guru Bapa
Taat kepada setiap ajaran guru
DURNA
Pinter !, kowe rak ngerti dewe to, yen gurumu iki wis sawetara wektu ditinggal garwa kinasih, lha apa kowe tega weruh gurumu iki kesepian……, bapak rabekna ya Le……
Pintar!, kamu tahu sendiri kalau gurumu ini sudah laam ditinggalkan istri tercinta. Apakah kamu tega melihat guru kesepian ? Nikahkan aku ya arjuna !
ARJUNA
Lajeng putri pundi ingkang dipun kersaaken bapa, menapa cekap putri Blitar mriki kemawon
Lantas putri mana yang di inginkan guru ? apakah cukup putri dari Blitar ini saja
?
DURNA
Hus, aja…… najan ya ana jane kene hehehhe. ……., dina iki Gurumu dhawuh , Aku rabekna kalawan Putri Lesanpura Dewi Setyaboma putri kinasih Prabu Setyajid
Hus, Jangan !. Meskipun aku ya seperti ini adanya, hari ini aku berkata “ Nikahkan aku dengan putri Lesanpura Dewi setyaboma, putri dari Prabu Setyajid “
ARJUNA
Terang dhawuhipun Bapa Guru kula nyuwun bidhal
Laksanakan perintah guru,saya akan berangkat.
DURNA
Kanggo ngiringing lakumu kae bocah bocah Kurawa wis siaga budhal ndherekke lakumu
Untuk menemani perjalananmu, pasukan Kurawa siap siaga mengikutimu.
ARJUNA
Sendika bapa
Laksanakan bapak guru.
Budhalan bayangan wayang kulit, music bergemuruh surak ramai
ADEGAN 5
LESANPURA SETYAKI MADEG SAYEMBARA
Monolog Setyaki
SETYAKI
Lumahing jagat kurebing langit sapa wae sing bakal ngrabi mbakyuku Setyaboma kudu perang tandhing karo adhine lanang iki. Aku ora bakal nrima yen mbakyuku mung dadi putri boyongan luwih luwih tresnane mung kanggo dolanan.
Andaikan sampai bumi hancur dan langit runtuh, siapa saja yang ingin menikasih kakak perempuanku Setyaboma, harus perang melawanku. Aku tidak akan rela jika kakak ku hanya menjadi putri boyongan apaalagi cintanya hanya dipermainkan.
Musik in. Datang Janaka
SETYAKI
Menika kados kakang Janaka, wonten perlu napa dumugi Lesanpura ?
Seperti kanda Janaka, ada perlu apa datang ke Lesanpura ?
ARJUNA
Ngertia Setyaki, tekaku mrene bakal mboyong mbakayumu Setyaboma bakal tak dhaupake kalawan bapa guru Durna
Kamu tau Setyaki, kedatanganku kesini adalah untuk membawa kakak mu Setyaboma, akan aku jodohkan dengan bapak guruku, Durna.
SETYAKI
Sampun dados patembayaning Setyaki, oleh mboyong kang mbok Setyaboma yen bisa ngalahke adhine lanang !
Sudah menjadi sumpahku Setyaki. Harus bisa mengalahkan aku terlebih dahulu sebelum membawa kakak ku, Setyaboma. ,
ARJUNA
Yen kaya mangkana majua Setyaki !
Jika seeprti itu, ayo, majulah setyaki !
Perang tandhing antara Setyaki dan Arjuna, Setyaki terdesak dan kalah, segera mengambil gada wesi kuning, Arjuna lari tunggang langgang
Datang Narayana, seketika Setyaboma merasa tersanjung, terlihat tersipu malu
Tembang
SETYABOMA : Apa iki kang arane katresnan
Gusti wis paring jawaban
Mustikaning jagat sang Narayana
Tresnaku bakal kelakon
Apa ini artinya cinta ?
Tuhan sudah membrikan jawaban
Mustika dunia sang Narayana
Cintaku akan terjadi
SETYAKI : Dhuh kakang mbok mara elinga
Ora gampang mboyongi sira
Setyaki kang dadi pepalang
Narayana ayo tandhing yuda
Dhuh kakak perempuanku, ingatlah
Tidak gampang membawamu pergi
Setyaki yang akan menghalangi
Naraya ayo perang yuda
Dewi Setyaboma terkejut atas tindakan Setyaki
SETYABOMA
Kosik to yayi, ngapa kudu nganggo perang tanding yen to aku lan kangmas Narayana wis gambuh atine, wis padha tresnane
Sebentar adhik ku, kenapa harus dengan perang adu kekuatan jika sebenarnya aku dan kaaknda Narayana sudah sama sama mencintai ?
SETYAKI
Kang mbok wis gambuh, ning aku durung. Kana kang mbok Setyaboma sumingkir luwih dhsik
Kakak sudah murah hati, tapi aku tidak. Menyingkirlah dulu kakak Setyaboma!.
Setyaboma out
SETYAKI
Kangmas Narayana, kowe sing tak enteni
Kanda Narayana, kamulah yang aku tunggu !
Datang Kakrasana,
KAKRASANA
Narayana, kowe sumingkira sawetara. Setyaki tak jake rembugan dhisik
Narayana, menyingkirlah kamu sebentar. Aku akan mengajak setyaki rundingan terlebih dahulu.
NARAYANA
Nanging kaka prabu………………….
Namun, kaka prabu…..
KAKRASANA
Ora nganggo nanging nangingan, tak rembugane Setyaki
Tidak ada kata “namun”, akum au mengobrol dulu
Narayana menyingkir, Kakrasana bertemu Setyaki
KAKRASANA
Tak sawang kowe nyangking gendul, ngombe arak. Cukupna semene nggonmu mendem Setyaki, mesakke ragamu
Aku lihat kamu membawa sebotol minuman keras, Sudah cukup ya Setyaki, kasihanilah ragamu.
SETYAKI
Iki uripku, iki senenganku lan iki katresnanku
Ini hidupku, ini kesukaanku, dan inilah cintaku
KAKRASANA
Hahahaha……., ya !, yen kuwi katresnanmu, coba aku tak takon, kowe mau wis ngombe ping pira Setyaki ?
Hahaha……ya! Jika itu cintamu, coba aku tanya, kamu sduah minum berapa kali Setyaki ?
SETYAKI
Kaping telu
Sudah tiga kali
KAKRASANA
Yen tataran wong ngombe kaping telu kuwi isa diarani apa ?
Jika orang minum sudah tiga kali itu disebut apa ?
SETYAKI
Tri kawula busana
Tri Kawula Busana
KAKRASANA
Tegese ?
Artinya ?
SETYAKI
Tri wilangan telu, kawula wis ngarani, busana sandhangan. Wong ngombe telung sloki kayadene kawula kang antuk lorotan sandhangan saka ratu gustine. Seneng bungah atine. Ya kaya saiki iki sing tak rasakne, seneng atiku merga aku etuk mungsuh kang babag
Tri (artinya) tiga,kawula (artinya) saya, busana (artinya) pakaian, Orang minum tiga sloki ibarat rakyat yang mendapat bekas pakaian dari tuannya . Bahagia hatinya, ya seperti yang aku rasakan sekarang. Bahagia hatiku karena aku menemui musuh yang menjadi penghalang.
KAKRASANA
Hahahaha…….., jog maneh Setyaki….!
Hahaha…..minumlah lagi Setyaki….!
Terlihat Setyaki minum kembali dengan badan yang sempoyongan dan mulai meracau tidak karuan
KAKRASANA
Ngombe tataran kaping 4 diarani apa Setyaki ?
Minum hingga empat botol artinya apa setyaki ?
SETYAKI
Catur wanara rukem
Catur Wanara Rukem
KAKRASANA
Tegese ?
Artinya ?
Setyaki mulai nembang buka balungan ……………..
SETYAKI
Ndang gatekna
Ngombe tataran kaping papat iku
Catur wanara rukem aranira
Tegese
Rungokno
Ben ngerti
Wong mendem kaping pat
Kaya dene
Ibarat kaya kethek padha andum woh wohan sing enak
Cepat perhatikan
Minum arak empat kali itu
Catur wanara rukem
Artinya
Dengarkan
Biar kamu paham
Orang mabuk empat kali
Seperti halnya
Seperti halnya monyet yang berbagi buah-buahan yang lezat
Sirepan lancaran pelog 6
KAKRASANA
Bagus Setyaki, jog maneh Setyaki
Dilanjutkan dengan tembang
KAKRASANA
Tataran ngombe kang kaping lima
Iku apa aranira
Mara enggal cepet wangsulana
Tahapan kelima orang minum (mabuk)
Itu apa artinya ?
Jika sudah sudah begitu cepatlah pulang !
SETYAKI
Ngombe tataran kang kaping lima
Ingaran panca sura panggah
Panca lima sura wani
Panggah nora bakal mundur
Tahapan kelima orang minum (mabuk)
Disebut panca sura panggah
Panca (artinya) lima, sura(artinya) berani
Panggah (artinya) tidak akan mundur
Dina iki ditentokna sapa kang bakal unggul
Klakon kakang Narayana mboyong Setyoboma
Hari ini ditentukan siapa ayng akan mundur
Terlaksana kanda Narayana membawa Setyaboma
KAKRASANA
Adhiku Setiyaki
Tak eman kowe kadang
Mendemu wis kakehan
Elinga calon besan
Adhiku Setyaki
Kusayang dirimu hai saudara
Mabuk sudah keterlaluan
Ingatlah calon besan
KAKRASANA
Wis wis Setyaki eling dhi, aku kuwi sapa
Sudah-sudah Setyaki, ingatlah siapa aku ini dhik ?
SETYAKI
Aku ora lali, ora usah mbok elingke kakang Kakrasana, klakon kakang mbok di garwa Kakang Narayana angger Kakang Kakrasana kuat nampani gada wesi kuning
Aku tidak lupa, tidak perlu kamu ingatkan kanda Kakrasana, Meskipun kamu adalah kakak dari kanda Narayana, jika kanda kuat menerima kesaktian Gada wesi kuning
KAKRASANA
Yen kuwi karepmu, idhep idhep pun kakang ngajari kowe perang gada, kena majua Setyaki
Jika itu maumu, anggaplah kakak mengajarimu perang gada. Majulah setyaki !
Terjadi perang dahsyat, Setyaki sambil sempoyongan bahkan hampir bisa mengalahkan Kakrasana, dan Kresna datang
KRESNA
Cukup Setyaki, kowe mendem, dadi apa kang mbok tindakake ora nganggo pikir kang wening.
Cukup Setyaki ! kamu ini sedang mabuk. Jadi apa yang kamu oerbuat tidak menggunakan pikiran yang bersih.
SETYAKI
Aku ora mendem, aku isih eling, sing mendem kowe kuwi kakang Narayana
Aku tidak mabuk, aku masih ingat . yang mabuknitu kamu kanda Narayana
NARAYANA
Apa sebabe kowe ora gelem ngulungake ?
Apa sebabnya kamu tidak mau meneyrahkan ?
SETYAKI
Aku samar yen tresnane mbakayuku mung mbok gawe dolanan
Aku takut jika cinta kakak ku Setyaboma hanya kamu permainkan.
NARAYANA
Setyaki, coba sawangen kanthi weninge rasa, sapa sejatine Kresna
Setyaki, cobalah kamu lihat dengan hati ayng bersih, siapa sejatinya Kresna
Musik kagetan, Setyaki bersimpuh
NARAYANA
Setyaki, ngertia yen to aku ngrabi Setyaboma kuwi ora perkara ragane, dudu perkara ayune, luwih luwih perkara drajat lan pangkat, nanging kabeh mau saktemene katresnan sak utuhe kanggo jagat sak isine. Coba pikiren, yen nganti mbak ayumu dirabi Durna ora wurunga Lesanpura bakal dadi negara bandane Ngastina, mula dina iki jagat nyekseni babaring kidung tresnaku kanggo ngrengkuh bumi sakwutuhe
Setyaki, tolong mengertilah jika aku menikahi Setyaboma itu bukan karena raganya, bukan karena paras nya, apalagi karena drajat dan pangkat, tetapi semua cinta itu sesungguhnya untuk alam semesta dan isinya, Coba pikirkan jika sampai kakak perempuanmu dinikahi oleh Durna, alih-alih Lesanpura hanya akan menjadi harta negara Ngastina, maka dari itu, hari ini Dunia menyaksikan nyanyian cintaku untuk merengkuh bumi dan seisinya.
Musik bergemuruh seperti menjadi saksi wejangan Kresna kepada Setyaki. Garap koreografi Kresna bertemu dengan Setyaboma, garap lagu esem guyumu (Jo Klitik) dengan koreografinya dan geguritan
Lintang lintang wus hanjrah ing tawang
Bintang-bintang sudah tersebar di langit
Hambabar cahya binger
Menyebarkan cahaya bahagia
Rembulan mesem gumuyu
Bulan tersenyum
Ndaru, wahyu pating clorot kaya lagi gegojegan
Ndaru (bintang berekor) wahyu berseliweran seperti sedang bercanda
Mega putih lamat lamat lumaku, renteng reruntungan sarwa wirama
Awan putih perlahan lahan berjalan beriring bergandengan mengikuti irama
Ayem ayom sumeleh kebak kabagyan
Damai tentram penuh kebahagiaan
Kaya dene tembang tembang katresnan, Narayana manjing raga ngrasuk jiwa
Layaknya tembang Narayana, Narayana memasuki raga merasuk jiwa
Teguh hayu niskala…………………….
Teguh selamat tanpa halangan
Untuk melihat seperti apa keseruan sebenarnya dari Festival Kresnayana VI ini kunjungi Youtube Pemkab Blitar



