Sinopsis Kresnayana VI – Tembang Katresnan Sang Narayana (The Romance of Kresna) 12 Maret 2022

KIDUNG TRESNA SANG NARAYANA

 

INTRODUKSI

Panggung gelap, music menghentak bergemuruh

 

Lagu Dutaning jagad diawali intro music bergemuruh, lampu focus pada kuncup bunga teratai.

Saat musik intro bergemuruh lampu flash kuat dan menyambar nyambar pada kuncup bunga teratai yang berputar.

 

Masuk saat lagu Dutaning jagat perlahan kelopak teratai mekar. Tampak di dalam kelopak bunga teratai Narayana sedang bersamadi, berkontemplasi dengan pikir, rasa dan karsanya nyawiji dalam jagat gumelar ini

 

Sesekali terlihat bayangan wayang kulit pada layar belakang memperlihatkan keagungan Narayana dalam sabet indah  sebagai pemelihara kedamaian bumi.

 

Lagu dutaning jagat selesai ada sambungan music semakin riuh dalam suasana tegang, sirep masih dalam irama sak “gilak” koreografi penari putra dalam garap suasana tegang, music peralihan ilustratif, perlahan lampu mengarah pada sosok Narayana diatas singgasana dilayani oleh penari penari putri cantik dalam alunan music rasa kedalaman imajinatif (vocal yang mendayu dayu penggambaran Narayana mencapai kebahagiaan)

 

 

Lagu saat Narayana dikerubuti penari penari putri bercerita :

 

Endahing rasa mulya tan bisa ginambarna

Krenteg dadi nyata, ora mung ana sumpena

Apa kang cinipta muhung kanggo Narayana

Kabagyan kamulyan lumadi saben dina

Sinawang saka awang awang nora dadi panandhang

Edi peni lumadi saben hari

Baya iki winastan urip kang kebak kabagyan lan kamulyan

Tresnaku tresnamu dadi kembang lambe

Tresnaku tresnamu urube kaya srengenge

 

Keindahan rasa yang mulia tidak dapat digambarkan

Keinginan menjadi nyata tidak hanya menjadi mimpi

Apa yang tercipta hanya untuk Narayana

Kebahagiaan Kemuliaan berjalan setiap hari

Dilihat dari angkasa tidak menjadi penderitaan

Indah menawan melayani setiap hari

Apakah ini yang dinamakan hidup penuh kebahagiaan dan kemuliaan

Cintamu dan cintaku menjadi buah bibir

Cintaku dan cintamu bersinar seperti matahari

Dalam kebahagiaan yang luar biasa muncul penari putra dengan senjata tombak (atau yang lain), mereka mengepung Narayana dari berbagai penjuru, berteriak penuh amarah, mencaci maki Narayana.

 

Garap music penuh amarah, sirepan rasa sak “gilak” untuk dialog

 

 

ORANG 1

Narayana !, kowe aja nggugu karepmu dhewe !

Narayana, jangan hanya peduli dengan pendapatmu sendiri

 

 

ORANG 2

Aja mung mburu senengmu dhewe !

Jangan mencari kebahagiaanmu sendiri

 

Narayana terpelanting ke kiri, orang orang dari sebelah kiri terus ngomong sambal menodongkan tombaknya hingga menggiring Narayana kembali ke tempat semula

 

 

ORANG 3

Elinga Jembawati bojomu, atine mbok iris mbok tetangis

Ingatlah istrimu, Jembawati. Kamu membuat dia menangis karena hatinya sakit

ORANG 4

Elinga Rukmini, mbok tandhing tandhingke karo wong wadon liya

Ingatlah istrimu,  Rukmini, kamu bandingkan dengan orang lain

 

Garap koreografi terombang ambingnya Narayana oleh koreografi kelompak putra. Narayana dalam tekanan yang hebat

 

 

ORANG 1

Pikiren nasibe kawulamu, aja mung mikir senengmu dhewe

Pikirkan nasib rakyatmu, jangan memikirkan diri sendiri

 

ORANG 2

Iki malah kowe arep ngrabi Setyaboma, minger kiblatmu Narayana !,

Kamu malah memikirkan cara menikahi Setyaboma. Jangan sampai lupa Kiblat mu.

 

ORANG 3

Ngaku titis Wisnu, ning lakumu senang nguja hawa nepsu

Mengaku titisan Dewa Wisnu, tetapi sifatmu suka mengejar hawa nafsu

 

ORANG 4

Ora pantes dadi conto kowe Narayana

Kamu tidak pantas menjadi contoh, Narayana !

 

 

Koreografi Narayana terombang ambing  hingga pada saat tertentu Narayana berteriak, bersamaan music menghentak kelompok putra hilang dari pandangan Narayana. Nafas Narayana tersengal sengal menahan gejolak dalam pikirannya yang terus berkecamuk perlahan gelap dan lampu sudah focus di Narayana yang perlahan tersadar dari semedinya dan mendengar suara tembang yang menggema di angkasa sekaligus sebagai transformasi music ke dalam adegan

 

Isi Tembang :

 

Jiwa jiwa suci terpilih menjadi duta di bumi

Untuk sebuah laku dengan Langkah pasti

Tak ada ragu karena melangkah bersama Nurani

 

 

Suasana berangsur damai menyejukkan hati dengan munculnya Semar

 

 

SEMAR

Jagat ginelar kabeh kanggo manungsa, nanging emane saiki jagate wis rusak. Rusake jagat sebab wis ora ana katresnan. Tresna asih saiki mung kari crita, awit kabeh wis kebandhang watak angkara murka

Alam semesta dan dunia ini untuk kelangsungan hidup manusia, tapi sayangnya sekarang dunia ini sudah rusak, karena sudah tidak ada lagi rasa cinta dan kasih sayang. Rasa cinta dan kasih sayang yang sekarang hanya tinggal cerita, terganti oleh rasa amarah, angkara murka.

KRESNA

Kakang Semar, amung katresnan sejati kang nguripi lan migunani kanggo tentreming jagat

Kakak semar, hanya cinta dan kasih sayang sejati ini yang menghidupi dan berguna untuk ketentraman alam semesta dan seluruh dunia.

SEMAR

Wujude tresna sejati kuwi sing kepiye ?

Wujud dari cinta dan kasih sayang sejati itu, yang seperti apa ?

KRESNA

Wujude tresna sejati kuwi kaya tresnane yayi Jembawati lan yayi Rukmini marang aku, kalebu tresnane yayi Setyaboma putrine paman Setyajid sing bakal menehake tresna sejati marang Narayana

Wujud cinta dan kasih sayang sejati itu seperti kasih sayang adinda Jembawati dan adinda Rukmini terhadapku. Termasuk cinta dan kasih sayang adinda Setyaboma putri dari paman Setyajid yang akan memberikan kasih sayang sejatinya kepadaku.

SEMAR

Wisnu, kewajibanmu ning alam donya iki ora ana liya mung andum kabagyan lan kamulyan marang apa wae lan sapa wae, muga bisa mawujud…!

Wisnu, kewajiban kamu di dunia ini tidak lain hanya membagi kebahagiaan dan kemulliaan untuk apapun dan siapapun semoga bias terwujud.

Semar hilang dari pandangan, perlahan lampu redup suasana menuju adegan berikutnya

 

 

 

ADEGAN 2

Jembawati dan Rukmini

Suasana saling asih, saling memuji diantara Jembawati dan Rukmini serta kebanggan menjadi istri Kresna diungkapkan melalui tembang dan dalam sela sela music disisipi dialog.

 

 

Isi tembang :

 

RUKMINI         :           Drajatku asor sudra pindhane

                                    Leladi priya kang wus mengku garwa

                                    Nampa pidana sumangga karsa

                                    Dhuh kakang mbok nyuwun ngapura

Drajatku rendah layaknya orang sudra

Melayani laki-laki yang sudah mempunyai istri

Diberikan hukuman, silahkan saja

Dhuh kakak perempuan maafkanlah aku

Dialog

 

RUKMINI

Mesthinipun penjenengan duka kalian kula, nanging kenging menapa penjenengan malah tresna asih kalian jiwa raga kula

Seharusnya kamu marah kepadaku, tetapi kenapa kamu malah menyayangi jiwa dan ragaku ?

 

JEMBAWATI    :           Wanita kuwi bumi pindhane

                                    Kebak katresnan marang sapa wae

                                    Najan dipilara lan disiksa

bumi tetep aweh panguripan

                                    Bumi gambarane tresna sejati

                                    Becik anulada murih bisa nggayuh tentrem lahir  batin

Wanita itu adalah bumi yang bergerak

Penuh rasa cinta terhadap siapa saja

Meskipun disakiti dan disiksa

Bumi selalu memberi kehidupan

Bumi adalah gambaran cinta sejati

Teladanilah hal yang baik agar bisa mencapai ketentraman lahir dan batin

Dialog

 

 

JEMBAWATI

Rukmini, yen teteg atimu, kakang Narayana bakal daup maneh kalawan Yayi Dewi Setyaboma, mungguh piye panemumu

Rukmini, jika kukuh hatimu kanda Narayana akan menikah lagi dengan adik Dewi Setyaboma, bagaimana pendapat kamu ?

RUKMINI

Jujur kemawon kula mboten sarujuk, kirange napa kula lan penjenegan anggone leladi kakang mas Narayana

Jujur saja, aku tidak setuju. Apa kurangnya aku dan kamu melayani kanda Narayana ?

JEMBAWATI

Tresna sejati mono bisa nampa keluwihan lan kekurangan. Tresna sejati kuwi ora kudu duweni, kaya watake bumi sing tak kandhakke ing ngarep mau

Cinta dan kasih sayang sejati itu bias menerima kelebihan dan kekurangan. Cinta sejati itu tidak harus memiliki seperti sifat bumi yang aku katakan kepadamu tadi.

RUKMINI

Nanging sepisan menika kula mboten saget nampi kangmbok………………..

Tetapi, sekali lagi,aku tidak setuju kak

 

Dari kejauhan Kresna angidung tembang katresnan jati

 

 

KRESNA          :           Lamun aku wis kandha tresna

Lathi makarti mung sawiji

Nora bakal cidra tumekeng pralaya

Dhuh nimas tresnaku amung sira

Jika aku sudah mengatakan cinta

Lidahku brerkata hanya ada Saturday

Tidak akan menghianati sampai mati

Duhai sayang, cintaku hanya kamu

Janjimu gelem nampa apa anane

Sejatine tresna kanggo kamulyane jiwa

Janjimu bisa menerima apa adanya

Sejatinya rasa cinta untuk kemuliaan jiwa

JEMBAWATI   :           Jiwa jiwa agung ya mung ndika

RUKMINI         :           Kang bisa momong tangising Donya

SARENG          :           Sri kresna panutaning jiwa

Jiwa jiwan yang agung hanya kamu

Yang bisa membuat dunia menangis

Sri Kresna adalah panutan jiwa

Garap koreografi bertiga menggambarkan penyatuan cipta karsa dalam ikatan cinta, harmoni bersama ketulusan hati antara Kresna, Jembawati dan Rukmini.

 

Selesai koreografi ilustrasi music nyambung untuk lagu impen impenan sebagai gambaran kasmarannya Setyaboma kepada Kresna. Koreografi disambungkan dari lelangen dengan Rukmini Jembawati menjadi gambaran kasmaran Setyaboma kepada Kresna (dimungkinkan kolaborasi dengan siluet wayang kulit). 

 

Angan angan Setyobama yang sedang memadu kasih dengan Kresna seketika ambyar saat Setyaki dating

 

SETYAKI

Kakang mbok Setyaboma, tangia saka impenmu. Cukup semene wae nggonmu kedanan karo kakang Narayana. Aku ngeman kowe, aku ngeman yen mbakyuku mung bakal dadi dolanane Narayana. Cukup kang mbok…….cukup !.

Kakak Setyaboma, bangunlah dari mimpimu. Cukup sampai sini kamu tergila gila oleh Kanda Narayana. Aku sangat menyayangkan kamu kakak ku , Cuma dipermainkan oleh Narayana. Cukup kak, cukup !

Setyaboma tersentak, tersadar dari lamunannya, music kagetan

 

SETYABOMA

Ora Setyaki, tresnaku dudu tresnane wong mberung, wis tak petani untung lan rugine, kowe ngerti apa babagan katresnan…………………..

Tidak, Setyaki. Cintaku bukanlah cinta yang buta, sudah aku perhitungkan untung dan ruginya. Kamu ngerti apa masalah percintaan ?

Setyaboma sambil berlari meninggalkan Setyaki. Setyaki turut berlari mengejar Setyaboma

 

 

ADEGAN 3

NARAYANA BERTEMU KAKRASANA

 

KAKRASANA

Tak sawang sajak seneng atimu Narayana, lagi kasmaran sajake

Aku lihat sepertinya kamu sedang bahagia,Narayana. Sedang kasmaran ?

NARAYANA

Wah, sampean ki ngrusak angen angen kula sing lagi kasmaran

Aduh, kamu ini merusak khayalanku yang sedang kasmaran.

KAKRASANA

Kosik to, kowe kuwi kasmaran !, saiki tak takoni apa kowe ngerti tegese katresnan ?

Sebentar, kamu ini kasmaran ?, Sekarang aku tanya, apakah kamu tau arti dari cinta dan kasih sayang ?

NARAYANA

Kok penjenengan takon katresnan, menapa badhe krama malih ?

Kenapa kamu tanya perihal cinta ? apa kamu ingin menikah lagi ?

KAKRASANA

Ora !, aku cukup siji mbakayumu Erawati kae wae

Tidak ! aku cukup satu, kakak mu Erawati itu saja.

NARAYANA

Katresnan mono raos ingkang angel digambarake, margi katresnan menika mapan ing telenging sanubari.

Cinta dan kasih sayang itu tidak bisa digambarkan. Karena cinta dan kasih saayng itu melekat didekat sanubari.

KAKRASANA

Banjur apa ning donya iki ana wong kang ora duweni katresnan ?

Lantas apakah di dunia ini ada orang yang tidak mempunyai cinta dan kasih sayang ?

NARAYANA

Sedaya manungsa diparingi katresnan, nanging beda beda bobotipun, gumantung kadewasan lan jatah jiwane

Semua umat manusia diberi rasa cinta dan kasih sayang, tetapi berbeda takaran nya. Tergantung kedewasaan dan bagian jiwanya.

KAKRASANA

Jatah jiwa kuwi sing ngerti sapa ?, kamangka akeh manungsa sing ora ngerti karo jiwane

Yang mengerti tentang Jiwa itu siapa ? Padahal banyak manusia yang tidak tau dengan jiwa mereka masing-masing.

NARAYANA

Mesthinipun tiyang ingkang mboten ngerti karo jiwane ya mboten duwe agunging katresnan jati

Tentu saja orang yang tidak tau dengan jiwanya, ya tidak punya besarnya cinta dan kasih sayang sejati.

KAKRASANA

Lha katresnan sejati kuwi apa ?

Lalu cinta sejati itu apa ?

NARAYANA

Katresnan sejati niku namung kagungane Gusti ingkang maha suci

Cinta sejati itu hanya milik Tuhan Yang Maha suci

KAKRASANA

Apa ana manungsa sing duweni katresnan sejati

Apakah ada manusia yang memiliki cinta sejati ?

NARAYANA

Nggih wonten, namung ingkang sampun asarira bathara

Iya, ada. Hanya dia yang mampu mengerti Tuhan dalam dirinya.

KAKRASANA

Yen ngono kowe sing duwe katresnan sejati

Kalau begitu kamu ini mempunyai Cinta sejati.

NARAYANA

(mesem) ……… dhasaripun menapa ?

( Sambil tersenyum, Narayana berkata ) Hal apa yang mendasarinya ?

KAKRASANA

Marga kowe kang asarira bathara, titising Wisnu dewaning kabagyan lan kamulyan

Karena dalam dirimu ada Tuhan, titisan dewa Wisnu, Dewa nya kebahagiaan dan kemuliaan.

NARAYANA

Menika kangmas Kakrasana lho sing kandha……….!

Jika seperti itu, Kanda Kakrasana ya yang mengucapkan.

KAKRASANA

Cekak aose ngene Narayana, aku nemoni kowe mono sejatine ana wigati sing bakal tak kandhakkake karo kowe. Aku lagi wae nampa rawuhe paman Setyajid sing perlune kowe gelema nampa suwitane anake wedok paman Setyajid kang aran dewi Setyaboma minangka dadi bojomu. Piye dhi, apa kowe bisa nampa ?

Singkatnya begini, Narayana. Aku kesini karena ada hal penting yang akan aku katakan. Aku barusaja menerima kedatangan paman Setyajid, yang bermaksud menginginkan kamu menerima lamaran putrinya, yang bernama Dewi Setyaboma menjadi istrimu. Bagaimana dhik ? apakah kamu bisa menerimanya ?

NARAYANA

Kangmas, jan jane kula sampun dangu sambung rasa kalian yayi Setyaboma, mila keleresan kula nyuwun tambahing pangestu kangmas

Kanda, sebenarnya saya sudah lama menyambung rasa dengan adinda Setyaboma, maka dari kebetulan sekali, aku ingin meminta restu dari kakak.

 

KAKRASANA

Bocah edyaaan…………….ya wis kana pun kakang jumurung, malah sisan gawe tak jampangi lakumu

Orang gila,,,,, yasudah sana, kakak sudah terjebak, sekalian aku tidak peduli dengan tingkah lakumu.

 

 

ADEGAN 4

ARJUNA BERTEMU DURNA

(adegan ini menjadi opsi pertimbangan, berkenaan dengan paraga dan garap koreografi, perlu dicoba adegan ini dengan opsi bayangan wayang kulit)

Musik ilustratif Guru memberikan wejangan kepada murid.

 

DURNA

Arjuna, apa kuwajibane murid marang gurune

Arjuna, apa kewajiban murid terhadap gurunya ?

ARJUNA

Mituhu menapa ingkang dados dhawuhing guru Bapa

Taat kepada setiap ajaran guru

DURNA

Pinter !, kowe rak ngerti dewe to, yen gurumu iki wis sawetara wektu ditinggal garwa kinasih, lha apa kowe tega weruh gurumu iki kesepian……, bapak rabekna ya Le……

Pintar!, kamu tahu sendiri kalau gurumu ini sudah laam ditinggalkan istri tercinta. Apakah kamu tega melihat guru kesepian ? Nikahkan aku ya arjuna !

ARJUNA

Lajeng putri pundi ingkang dipun kersaaken bapa, menapa cekap putri Blitar mriki kemawon

Lantas putri mana yang di inginkan guru ? apakah cukup putri dari Blitar ini saja

?

DURNA

Hus, aja…… najan ya ana jane kene hehehhe. ……., dina iki Gurumu dhawuh , Aku rabekna kalawan Putri Lesanpura Dewi Setyaboma putri kinasih Prabu Setyajid

Hus, Jangan !. Meskipun aku ya seperti ini adanya, hari ini aku berkata “ Nikahkan aku dengan putri Lesanpura Dewi setyaboma, putri dari Prabu Setyajid “

ARJUNA

Terang dhawuhipun Bapa Guru kula nyuwun bidhal

Laksanakan perintah guru,saya akan berangkat.

DURNA

Kanggo ngiringing lakumu kae bocah bocah Kurawa wis siaga budhal ndherekke lakumu

Untuk menemani perjalananmu, pasukan Kurawa siap siaga mengikutimu.

ARJUNA

Sendika bapa

Laksanakan bapak guru.

Budhalan  bayangan wayang kulit, music bergemuruh surak ramai

 

 

 

ADEGAN 5

LESANPURA SETYAKI MADEG SAYEMBARA

 

Monolog Setyaki

 

SETYAKI

Lumahing jagat kurebing langit sapa wae sing bakal ngrabi mbakyuku Setyaboma kudu perang tandhing karo adhine lanang iki. Aku ora  bakal nrima yen mbakyuku mung dadi putri boyongan luwih luwih tresnane mung kanggo dolanan.

Andaikan sampai bumi hancur dan langit runtuh, siapa saja yang ingin menikasih kakak perempuanku Setyaboma, harus perang melawanku. Aku tidak akan rela jika kakak ku hanya menjadi putri boyongan apaalagi cintanya hanya dipermainkan.

Musik in. Datang Janaka

 

SETYAKI

Menika kados kakang Janaka, wonten perlu napa dumugi Lesanpura ?

Seperti kanda Janaka, ada perlu apa datang ke Lesanpura ?

ARJUNA

Ngertia Setyaki, tekaku mrene bakal mboyong mbakayumu Setyaboma bakal tak dhaupake kalawan bapa guru Durna

Kamu tau Setyaki, kedatanganku kesini adalah untuk membawa kakak mu Setyaboma, akan aku jodohkan dengan bapak guruku, Durna.

 

SETYAKI

Sampun dados patembayaning Setyaki, oleh mboyong kang mbok Setyaboma yen bisa ngalahke adhine lanang !

Sudah menjadi sumpahku Setyaki. Harus bisa mengalahkan aku terlebih dahulu sebelum membawa kakak ku, Setyaboma. ,

 

ARJUNA

Yen kaya mangkana majua Setyaki !

Jika seeprti itu, ayo, majulah setyaki !

 

Perang tandhing antara Setyaki dan Arjuna, Setyaki terdesak dan kalah, segera mengambil gada wesi kuning, Arjuna lari tunggang langgang

 

Datang Narayana, seketika Setyaboma merasa tersanjung, terlihat tersipu malu

 

 

Tembang

 

SETYABOMA   :           Apa iki kang arane katresnan

Gusti wis paring jawaban

Mustikaning jagat sang Narayana

Tresnaku bakal kelakon

Apa ini artinya cinta ?

Tuhan sudah membrikan jawaban

Mustika dunia sang Narayana

Cintaku akan terjadi

SETYAKI          :           Dhuh kakang mbok mara elinga

Ora gampang mboyongi sira

Setyaki kang dadi pepalang

Narayana ayo tandhing yuda

Dhuh kakak perempuanku, ingatlah

Tidak gampang membawamu pergi

Setyaki yang akan menghalangi

Naraya ayo perang yuda

Dewi Setyaboma terkejut atas tindakan Setyaki

 

 

SETYABOMA

Kosik to yayi, ngapa kudu nganggo perang tanding yen to aku lan kangmas Narayana wis gambuh atine, wis padha tresnane

Sebentar adhik ku, kenapa harus dengan perang adu kekuatan jika sebenarnya aku dan kaaknda Narayana sudah sama sama mencintai ?

SETYAKI

Kang mbok wis gambuh, ning aku durung. Kana kang mbok Setyaboma sumingkir luwih dhsik

Kakak sudah murah hati, tapi aku tidak. Menyingkirlah dulu kakak Setyaboma!.

Setyaboma out

 

 

SETYAKI

Kangmas Narayana, kowe sing tak enteni

Kanda Narayana, kamulah yang aku tunggu !

Datang Kakrasana,

 

KAKRASANA

Narayana, kowe sumingkira sawetara. Setyaki tak jake rembugan dhisik

Narayana, menyingkirlah kamu sebentar. Aku akan mengajak setyaki rundingan terlebih dahulu.

NARAYANA

Nanging kaka prabu………………….

Namun, kaka prabu…..

KAKRASANA

Ora nganggo nanging nangingan, tak rembugane Setyaki

Tidak ada kata “namun”, akum au mengobrol dulu

Narayana menyingkir, Kakrasana bertemu Setyaki

 

 

KAKRASANA

Tak sawang kowe nyangking gendul, ngombe arak. Cukupna semene nggonmu mendem Setyaki, mesakke ragamu

Aku lihat kamu membawa sebotol minuman keras, Sudah cukup ya Setyaki, kasihanilah ragamu.

SETYAKI

Iki uripku, iki senenganku lan iki katresnanku

Ini hidupku, ini kesukaanku, dan inilah cintaku

KAKRASANA

Hahahaha……., ya !, yen kuwi katresnanmu, coba aku tak takon, kowe mau wis ngombe ping pira Setyaki ?

Hahaha……ya! Jika itu cintamu, coba aku tanya, kamu sduah minum berapa kali Setyaki ?

SETYAKI

Kaping telu

Sudah  tiga kali

KAKRASANA

Yen tataran wong ngombe kaping telu kuwi isa diarani apa ?

Jika orang minum sudah tiga kali itu disebut apa ?

SETYAKI

Tri kawula busana

Tri Kawula Busana

KAKRASANA

Tegese ?

Artinya ?

SETYAKI

Tri wilangan telu, kawula wis ngarani, busana sandhangan. Wong ngombe telung sloki kayadene kawula kang antuk lorotan sandhangan saka ratu gustine. Seneng bungah atine. Ya kaya saiki iki sing tak rasakne, seneng atiku merga aku etuk mungsuh kang babag

Tri (artinya) tiga,kawula (artinya) saya, busana (artinya) pakaian, Orang minum tiga sloki  ibarat rakyat yang mendapat bekas pakaian dari tuannya . Bahagia hatinya, ya seperti yang aku rasakan sekarang. Bahagia hatiku karena aku menemui musuh yang menjadi penghalang.

KAKRASANA

Hahahaha…….., jog maneh Setyaki….!

Hahaha…..minumlah lagi Setyaki….!

 

Terlihat Setyaki minum kembali dengan badan yang sempoyongan dan mulai meracau tidak karuan

 

KAKRASANA

Ngombe tataran kaping 4 diarani apa Setyaki ?

Minum hingga empat botol artinya apa setyaki ?

SETYAKI

Catur wanara rukem

Catur Wanara Rukem

KAKRASANA

Tegese ?

Artinya ?

Setyaki mulai nembang buka balungan ……………..

 

SETYAKI

Ndang gatekna

Ngombe tataran kaping papat iku

Catur wanara rukem aranira

Tegese

Rungokno

Ben ngerti

Wong mendem kaping pat

Kaya dene

Ibarat kaya kethek padha andum woh wohan sing enak

Cepat perhatikan

Minum arak empat kali itu

Catur wanara rukem

Artinya

Dengarkan

Biar kamu paham

Orang mabuk empat kali

Seperti halnya

Seperti halnya monyet yang berbagi buah-buahan yang lezat

Sirepan lancaran pelog 6

 

KAKRASANA

Bagus Setyaki, jog maneh Setyaki

 

 

Dilanjutkan dengan tembang

 

KAKRASANA

Tataran ngombe kang kaping lima

Iku apa aranira

Mara enggal cepet wangsulana

Tahapan kelima orang minum (mabuk)

Itu apa artinya ?

Jika sudah sudah begitu cepatlah pulang !

SETYAKI

Ngombe tataran kang kaping lima

Ingaran panca sura panggah

Panca lima sura wani

Panggah nora bakal mundur

Tahapan kelima orang minum (mabuk)

Disebut panca sura panggah

Panca (artinya) lima, sura(artinya) berani

Panggah (artinya) tidak akan mundur

 

Dina iki ditentokna sapa kang bakal unggul

Klakon kakang Narayana mboyong Setyoboma

Hari ini ditentukan siapa ayng akan mundur

Terlaksana kanda Narayana membawa Setyaboma

 

KAKRASANA

Adhiku Setiyaki

Tak eman kowe kadang

Mendemu wis kakehan

Elinga calon besan

Adhiku Setyaki

Kusayang dirimu hai saudara

Mabuk sudah keterlaluan

Ingatlah calon besan

KAKRASANA

Wis wis Setyaki eling dhi, aku kuwi sapa

Sudah-sudah Setyaki, ingatlah  siapa aku ini dhik ?

SETYAKI

Aku ora lali, ora usah mbok elingke kakang Kakrasana, klakon kakang mbok di garwa Kakang Narayana angger Kakang Kakrasana kuat nampani gada wesi kuning

Aku tidak lupa, tidak perlu kamu ingatkan kanda Kakrasana, Meskipun kamu adalah kakak dari kanda Narayana, jika kanda kuat menerima kesaktian Gada wesi kuning

KAKRASANA

Yen kuwi karepmu, idhep idhep pun kakang ngajari kowe perang gada, kena majua Setyaki

Jika itu maumu, anggaplah kakak mengajarimu perang gada. Majulah setyaki !

Terjadi perang dahsyat, Setyaki sambil sempoyongan bahkan hampir bisa mengalahkan Kakrasana, dan Kresna datang

 

KRESNA

Cukup Setyaki, kowe mendem, dadi apa kang mbok tindakake ora  nganggo pikir kang wening.

Cukup Setyaki ! kamu ini sedang mabuk. Jadi apa yang kamu oerbuat tidak menggunakan pikiran yang bersih.

SETYAKI

Aku ora mendem, aku isih eling, sing mendem kowe kuwi kakang Narayana

Aku tidak mabuk, aku masih ingat . yang mabuknitu kamu kanda Narayana

NARAYANA

Apa sebabe kowe ora gelem ngulungake ?

Apa sebabnya kamu tidak mau  meneyrahkan ?

SETYAKI

Aku samar yen tresnane mbakayuku mung mbok gawe dolanan

Aku takut jika cinta kakak ku Setyaboma hanya kamu permainkan.

NARAYANA

Setyaki, coba sawangen kanthi weninge rasa, sapa sejatine Kresna

Setyaki, cobalah kamu lihat dengan hati ayng bersih, siapa sejatinya Kresna

Musik kagetan, Setyaki bersimpuh

 

 

NARAYANA

Setyaki, ngertia yen to aku ngrabi Setyaboma kuwi ora perkara ragane, dudu perkara ayune, luwih luwih perkara drajat lan pangkat, nanging kabeh mau saktemene katresnan sak utuhe kanggo jagat sak isine. Coba pikiren, yen nganti mbak ayumu dirabi Durna ora wurunga Lesanpura bakal dadi negara bandane Ngastina, mula dina iki jagat nyekseni babaring kidung tresnaku kanggo ngrengkuh bumi sakwutuhe

 

Setyaki, tolong mengertilah jika aku menikahi Setyaboma itu bukan karena raganya, bukan karena paras nya, apalagi karena drajat dan pangkat, tetapi semua cinta itu sesungguhnya untuk alam semesta dan isinya, Coba pikirkan jika sampai kakak perempuanmu dinikahi oleh Durna, alih-alih Lesanpura hanya akan menjadi harta negara Ngastina, maka dari itu, hari ini Dunia menyaksikan nyanyian cintaku untuk merengkuh bumi dan seisinya.

 

Musik bergemuruh seperti menjadi saksi wejangan Kresna kepada Setyaki. Garap koreografi Kresna bertemu dengan Setyaboma, garap lagu esem guyumu (Jo Klitik) dengan koreografinya dan geguritan

 

 

 

Lintang lintang wus hanjrah ing tawang

Bintang-bintang sudah tersebar di langit

 

Hambabar cahya binger

Menyebarkan cahaya bahagia

Rembulan mesem gumuyu

Bulan tersenyum

Ndaru, wahyu pating clorot kaya lagi gegojegan

Ndaru (bintang berekor) wahyu berseliweran seperti sedang bercanda

Mega putih lamat lamat lumaku, renteng reruntungan sarwa wirama

Awan putih perlahan lahan berjalan beriring bergandengan mengikuti irama

Ayem ayom sumeleh kebak kabagyan

Damai tentram penuh kebahagiaan

Kaya dene tembang tembang katresnan, Narayana manjing raga ngrasuk jiwa

Layaknya tembang Narayana, Narayana memasuki raga merasuk jiwa

Teguh hayu niskala…………………….

Teguh selamat tanpa halangan

 

Untuk melihat seperti apa keseruan sebenarnya dari Festival Kresnayana VI ini kunjungi Youtube Pemkab Blitar