Tertarik Sejarah Budaya Kabupaten Blitar, Universitas Leiden – KITLV Jakarta Jalin Kerjasama dengan Disbudpar Kabupaten Blitar

Blitar – Perpustakaan Universitas Leiden – Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) perwakilan Indonesia yang berkantor di Jakarta melakukan kunjungan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, Rabu (25/1/2023).

Kunjungan tersebut dalam rangka mencari bahan literasi pustaka mengenai sejarah dan kebudayaan Kabupaten Blitar untuk di publikasikan ke Perpustakaan Universitas Leiden yang ada di Belanda. Dalam kesempatan tersebut Disbudpar Kabupaten Blitar juga menjalin Kerjasama dengan KITLV – Jakarta sehingga kedepannya kedua Lembaga bisa saling menyumbangkan karya tulisan bisa berupa jurnal, buku, artikel dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kedatangan dari teman-teman Universtias Leiden KITLV – Jakarta, menurutnya hal ini menjadi kesempatan yang penting bagi Blitar karena sejarah dan budaya Blitar akan semakin terangkat.

“Sebagai daerah yang mengangkat city branding Blitar Land of Kings, Blitar memang dikenal sebagai daerah yang tua dengan banyak bukti sejarah yang ada. Sebagai panduan, bahwa di Jawa Timur ada 36 candi yang 12 ada di Blitar, artinya Kabupaten Blitar itu adalah daerah yang memiliki candi terbanyak di Jawa Timur dengan situs yang sudah terkelola ada 20 situs cagar budaya yang sudah terkelola dengan baik. Barang kali hal itu bisa menjadi panduan jejak peradaban masa lalu bahwa sebenarnya tanah Blitar itu adalah tanah yang tua dan menyimpan sejarah yang luar biasa,” urai Suhendro.

Dalam kesempatan tersebut Suhendro memberikan sejumlah buku literasi tentang sejarah dan budaya Kabupaten Blitar, diantaranya Buku Pokok-pokok Kebudayaan Kabupaten Blitar, Katalog Museum Penataran hingga Buku Bunga Rampai Festival Kresnayana.

“Beberapa buku literasi tersebut diharapkan dapat membantu teman-teman dari Universtias Leiden KITLV – Jakarta untuk menggali literasi dan data tentang sejarah dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Blitar untuk dapat dikenal lebih luas lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Metadata Staf KITLV – Jakarta, Dini Aryani mengatakan, Sebagai pusat sumber informasi yang penting bagi penelitian, Perpustakaan Universitas Leiden memiliki berbagai koleksi bahan sumber informasi di bidang ilmu humaniora dan ilmu-ilmu sosial dengan fokus utama Asia Tenggara. Koleksi meliputi baik dalam bentuk terbitan cetak seperti buku, majalah, laporan penelitian, yang diperoleh dari instansi pemerintah, swasta, universitas, atau sumber lainnya, maupun dalam bentuk digital dan mikrofilm. Juga terdapat koleksi khusus yang menyimpan pelbagai bahan sumber dalam bentuk asli seperti naskah lontar dan kuno.

“Tujuan kami kesini adalah mencari bahan Pustaka mengenai sejarah dan kebudayaan Kabupaten Blitar seperti buku dan koleksi dari dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar akan kami olah data bibliografisnya lalu dapat dilihat secara luas tapi untuk fisiknya akan kami kirim langsung ke Universitas Perpustakaan Leiden di Belanda,” jelasnya.

Sebagai perpustaakaan terbesar yang banyak memuat tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia, perpustakaan Universitas Leiden KITLV – Jakarta melakukan kegiatan utama untuk mengakuisisi, katalogisasi dan digitalisasi literasi sejarah dan budaya Indonesia.

“Dari literasi dan koleksi yang kami bawa akan kami oleh data bibliografisnya seperti judul, penerbit, itu bisa dilihat di Online Public Access Catalog (OPAC) Perpustakaan Universitas Leiden dan fisiknya tidak akan kami scan atau kami digitalkan, karena kami menghargai hak cipta penulis dan hak cipta kepemilikan penerbit untuk itu, bukunya kami simpan atau kami arsip di Perpustakaan Universitas Leiden jadi bukunya bisa dibaca langsung di Leiden Belanda,” tukasnya.