Universitas Airlangga Surabaya Pelajari Kekayaan Budaya Blitar, Targetkan Wisatawan Jepang

BLITAR – Wisata dan Budaya Kabupaten Blitar berhasil menarik puluhan mahasiswa fakultas Ilmu Budaya dari Universitas Airlangga Surabaya. Acara ini mengenalkan berbagai potensi yang akan ditargetkan ke dunia Global khususnya wisatawan Jepang.


Penyerahan Souvenir kepada Universitas Airlangga Surabaya

Kunjungan dan tanya jawab seputar pariwisata di Kabupaten Blitar ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa beserta dosen pendamping dalam rangka Praktek Kerja Lapangan (PKL) Mata Kuliah Mengarang Bahasa Jepang Tingkat Menengah dan Tata Bahasa Jepang Tingkat Menengah Atas, Departemen Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.

Mahasiswa yang datang ke Kabupaten Blitar terbagi menjadi dua grup. Grup pertama disambut hangat kehadirannya di Gedung Film DISBUDPAR Kab. Blitar, dan sisanya menuju ke destinasi wisata untuk mendapatkan data secara langsung.

“Tujuan Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk mempelajari potensi di wilayah, terutama di Jawa Timur, agar dapat diperkenalkan lebih luas ke dunia global,” ujar Antonius R. Pujo Purnomo, Dosen Pendamping UNAIR Fakultas Ilmu Budaya.

Setelah kunjungan ini selesai, mereka akan langsung berkunjung ke beberapa titik wisata diantaranya yaitu Museum Penataran, dilanjut menuju warisan budaya Candi Penataran, kemudian ke tempat Wisata Edukasi Perkebunan Kopi De Karanganjar Koffieplantage.

Perhatian Mahasiswa tertuju pada sambutan Kepala Dinas Budpar

Dalam kunjungannya mereka disambut oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Bapak Suhendro Winarso, S.STP, M.Si mengenalkan Blitar mulai dari motif batik Cakrapalah, Kekayaan dan Kearifan Lokal di Kabupaten Blitar dari berbagai wilayah, city branding yaitu Blitar Land of Kings dengan diawali cuplikan audio karya unggulan, Festival Kresnayana untuk masuk ke suasana Blitar. 

“15 Februari nanti, kita akan tampil menggunakan bahasa Inggris kita ada tamu dari 8 Negara. Setelah teman-teman UNAIR kesini siapa tahu kapan-kapan kita bikin Kresnayana dengan bahasa Jepang”, ungkap Kepala Dinas yang juga merupakan fotografer profesional